SENIOR HIGH SCHOOL STORY



Bissmillahirrahmanirrahim.

          Aisyah masih duduk di sebuah perpustakaan sambil menulis mimpi –mimpi kecilnya didiary hariannya,langit yang biru memberikan arti sendiri bagi aisyah karena langit mengandung filosofi kehidupan  yang sangat luas.sejauh apapun kita berharap,harapan itu akan terlihat walaupun begitu jauh keberadaan harapan tersebut.
          Di catatan kecilnya tercatat sebuah nama yang terukir dari goresan goresan sederhana sang pena.Pena  yang berjuang mengungkapan bisikan –bisikan hatinya ,,dengan sedikit keberanian bisikan itu di tulisnya.tanpa menghiraukan, tanpa harus bertanya ,mengapa ada rasa,,,sebuah rasa yang tercipta dari pertemuannya  dengan buku buku yang berbaris di perpustakaan tua itu,perpustakaan smaku,SMAN O1 PENDOPO.
          Waktu mulai beranjak meninggalkan aisyah,sebuah keputusan  akan di ambil di awal pagi mengingat mentari akan terus berganti dengan  mentari  mentari di awal pagi….
          Senior high school,,, berlalu dengan sedikit keraguan tanpa pertimbangan apa yang harus di raih di awal pagi,apa aku bisa mengejar waktu yang sudah beranjak di awal pagi bisik aisyah dalam sembunyi mengakhiri goresan kecil di awal pagi.
          Beberpa tahun berlalu.
          Kini Aisyah belajar di salah satu perguruan tinggi di provinsi Bengkulu dan sang waktu bekerja di sebuah kota terpadat di Indonesia,alias bekasi ,kota tetangga jakarta , ,masih ada beberapa bait puisi yang masih tergores dan mungkin akan terus tergores Selama sang waktu belum mampu menuntun aisyah di pagi hari hingga berbicaralah sang mentari,,aku akan mengalahkan waktu dan akan memberikannya kepadamu,tapi kamu harus memenuhi satu syarat sebagai hadiah buat sang waktu,,mampukah aisyah berjuang di ujung pagi tanpa berharap apa yang terjadi di ujung hari ,aisyah menyanggupi persyaratannya dan berkata meskipun dipengujung hari,dan  kamu bukan seperti di awal pagi.Aku tetap memintamu menjadi pembimbingku, menemani hariku,dan memohon rezki dari Sang Pemberi …
          Sang waktu bersahabat baik dengan sang mimpi,sang mimpi adalah orang yang juga mengagumi aisyah dengan kesederhanan,disinilah berawal kisah yang tersembunyi di  bangku library walaupun buku-buku telah menjadi saksi dari pertemuan tiga insani dalam ruang dan waktu yang berbeda,tetapi buku itu enggan menjadi saksi dari tulisan-tulisan puisi yang telah terbaca di awal pagi,sebagai seorang sahabat Sang waktu memberikan puisi kepada sang pemimpi untuk aisyah,,,tetapi matahari membujuk hari untuk membuka lagi diary yang masih tersembunyi di perpustakaan itu,,,sebuah goresan puisi tertulis di diary itu aku ingin bersama sang waktu dalam mencintaiMU.

          Walaupun semuanya telah berlalu,namun kesederhanaan aisyah masih terasa menemani, terukir ,dan menyatu di meja belajar Sang waktu, dalam study s2 jurusan sastra inggris ,beberapa waktu komunikasi aisyah dan sang waktu terputus karena mereka masing masing  konsentrasi kepada penulisan skripsi,rasa khwatir selalu datang di kala siang berubah menjadi malam, tapi keputusan telah tertulis bahwa mereka tidak akan berkomunikasi  selama penulisan skripsi.sebuah keputusan yang diambil untuk memusatkan pikiran kepada ilmu .
          Di kala fajar datang terdengar bacaan al quran  yang memecah kesunyian  di rumah itu ,selang bebErapa waktu sayup sayup suara, berubah menjadi lantunan doa seorang insan manusia dalam kekhwatiran akan siapa pilihan hatinya ,mungkinkah sang waktu adalah pemberian dari yang Maha Pencipta,,doa  aisyah mengiringi sujudnya kepada Rabb penguasa alam.
          Dalam bersaman waktu sang waktu pun seperti bertelepati dengan aisyah ,,sang waktupun bersujud dengan memohon petolongan Yang maha kuasa ,,apakah aku mampu mendekatkan aisyah kepadaMU,,
          Hari berlalu lalang melewati mimpi_mimpinya tanpa di sadari sudah tiba waktunya bagi aisyah menyelesaikan kulianya,,”Alhamdulillah” ucap aisyah,setelah gelar sarjana pendidikan di ujung namanya,Aisyah komalasari,SPd. sebuah tambahan kata yang sederhana di ujung namanya yang memberi isyarat pada dirinya bahwa pertanggung jawababan dan amanah dari penambahan kata tersebut harus di laksanakan .gelar itu merupakan kerja kerasnya selama menuntut ilmu tapi gelar tidak ada artinya tanpa pengamalan, karena menurut aisyah nilai sebuah ilmu adalah pengamalan dari ilmu tersebut.
          Waktu yang di nantikan akhirnya datang juga,penulisan skripsi telah selesai  dan sebuah gelar intelektual telah mengikuti diujung namanya,dengan hasil yang sangat memuaskan mendapat gelar honoris causa dari universitas ternama di Indonesia dalam bidang sastra inggris,
          Beasiswa –beasisiwa keluar negri hilir mudik menghampiri sang waktu,,dalam pikirannya terikat beberapa baris kata live is the book if you don’t travel you only read one page” and by the language you know people and by the language you are master in the world “akhirnya sang waktu mengambil keputusan untuk melanjutkan studinya keluar negri dan mengambil jurusan education program di salah satu universitas di Melbourne,Australia.
Sekarang aisyah bekerja sebagai guru matematika di sma n 1 pendopo.sebuah sekolah yang selalu ada di hatinya dan sebuah perpustakaan yang pernah menuliskan goresan goresan mimpinya .
Sebuah keputusan
Melbourne,25th of seftembert 2015
Bismillah
Dear aisyah
Time flies so fast, my study will be end as soon as possible. I will keep my word to get married you. I think you always wait me patiently. by the way ,you know here ,i have friend from Indonesia, her  name is saphira.
She is always cheerfull everyday, we are quite friend, really friend ,
aisyah…. sometime she give me bread,loooh? I am sure, you know that I do love for bread.
How are umy and aby?
Yeahh  give my best regard to them. there is nothing I give them except my hope to keep them until old.
Once more, I have friend  who always accompany me everytime. Uph don’t be jeleous, he is boy. his name ahmad zaki. He has planned to get married with saphira
,I believe  we can like them. Ok my smile always for you.
Syafrudin,SS,.MPd.






Sebungkus puisi dari Melbourne
Kupegang erat tangan itu dengan mahar suci
Dengan syahadat cinta
Dan aku lihat separuh agamaku tercukupi
Kedua tangan yang mulai keriput aku sujudi
Kembali
Begitu hening,tapi syahdu,gemuruh hatiku bersyukur kepada Rabby
Sahabat,teman karib,adik,ayu,kakak,dan seluruh keluargaku berlempar senyum di kertas pink hidupku.



          Di pesawat GIA, aku ulang beberapa kali ucapan ijab Kabul,yang berbunyi aku terima nikahnya aisyah bin fulan dengan hapalan juz amma dan surat al baqarah dan aku bayangkan menjadi seorang pangeran yang pulang menjemput permaisurinya,oh…indah bukan… kepalang.sambil aku ucapkan tasbih,memuji kebesaran Allah.subhanallah,mahasuci ALLAH yang menciptakan manusia berpasang pasangan.
          Sambil tersenyum merona aku tagin wedding invitation  ke sahabat lamaku,temen baruku,forum forum organisasiku dan alumni smaku dan universitasku.

Janur kuning melambai lambai di pikiranku,sanak keluarga,teman karib, guru guruku,bakal menyatu membahana dalam hari pernikahanku.
Setelah sampai di bandara,aku hirup udara khas nusantara dalam dalam dengan penuh jiwa patriotisme sambil mendendangkan lagu padamu negeri karangan ibu sud,aku pandangi wajah wajah yang menjemputku,aku bingung seorang yang melembaikan tangan bersama satu orang perempuan di samping dan seorang anak laki laki di depannya,aku seperti mengalami dejavu.Mereka begitu pamiliar di ingatanku,tapi  mereka?
Subhanallah,ahmad, sahabat karibku waktu kulia bersama istri dan anaknya.oh begitu sakinahnya mereka.aku ingin seperti mereka.
“ how are you,brother?”
“I’m quite fine, thanks”.
“Have you got married?”
Yeah,,, like my promise, I am first tobe a good father.
Ahaha…you are really man,brother.senyum khasku mencoba mengenali si annggun yang tersipu malu disampingnya.
 Ya …are you anggun,aren’t? don’t be shy. You brave talk to your heart that you love my quite friend. And now you are great couple I have ever seen.
Ahmad mengajak aku mampir di rumahnya.
“Maaf brother  gue harus cepat pulang.permaisuriku telah menunggu dan pasti dia uda  pakai sebuah gaun bidadari surga” candaku bahagia.
Beautifull ending.
“Assalamualaikum” aku ucapkan salam ke ummi.
“Waalaikumusalam” umi tersenyum bahagia melihat seorang yang berjilbab mendampingiku dan mencium tangannya dengan ROHMANNYA.
Aku dengar umy megucapkan syahadat.gemetar tubuhku mendengar ucapan itu. Suara yang selalu aku dengar di sepertiga malam kini harus berpulang. Begitu tenang ,hening,dan damai.
Robbighfirli waliwalidaya warhamhuma birohmatika soghiro.
Aku iringi keperginan itu dengan witir malamku. Wahai jiwa yang  tenang kembalilah ke Rabbmu dengan ridho dan di ridhoi.


AKU DAN UMMI
Berbagi mimpi tuk pergi ke surga
Aku yakin doamu dalam langkah dan takdirku
Jazakallah khairan katsiran wahai ummiku
ABY
Aku tahu kakimu kau pinjakan ke bumi
Dan wajahmu kau sujudkan
Robbighfirli  waliwalidaya warhamhumma kama rabbayani saghiro
SAUDARAKu
Aku mencintaimu.
Dalam gerak dan ucapmu.


Episode pasca sarjana.
Aku bukan pujangga yang harus menulis puisi dan kalimat sastra dari berbagai literature dunia untuk mengunkapkan satu kata,bukan juga para inteleqtual yang menemukan berbagai konsep tentang manajemen dan kehidupan. Bukan juga orator yang mampu menarasikan,bahkan mendiskripsikan kata lewat pidato yang mengugah jiwa. Tapi aku itulah aku.
Dari kata sederhana di sudut masjid nabawi aku ucapakan istighfar and aku pejamkan mata. Memohon kehadiran seorang bidadari yang akan mengantarkan hamba kepadaNYA.
Ya Alloh ..
Hamba ikhlaskan semuanya kepadaMU
Dalam tetes keringat hamba dan terjaganya mata hamba untuk mendapatkan apa yang telah Engkau janjikan
Dalam rasa syukur.
Dalam dzikir dan doa hamba. Dalam taubat dan perjalanan hamba. Dalam kata dan kalimat yang hamba ucap.
Dalam sujud dan air mata.
Madinah,masjid nabawi
Setelah setahun hijrah ke madinah,sebelumnya menyelesaikan S2 di kota kanguru,melbourne,Australia. Bertugas di sebuah sekolah swasta sebagai guru bahasa inggris merupakan sebuah karunia yang harus banyak di syukuri,apalagi madinah adalah kota di mana Rasul Alloh,Muhammad ibn Abdullah,seorang Manusia terbaik tinggal dan beribadah di sini. Alhamdulillah wasyukurillah. Kalimat ini selalu ananda ucapkan ktika ingat bahwa kota ini adalah salahkota terbaik di dunia. Asma Alloh selalu terdengar di setiap sudut kota.
Qiyamul lail,dhuha,shaum, muratal qur’an,dan silahtuhrahmi adalah aktivitas keseharian di sini. Tapi kini saatnya pulang ke kota asal,kota pempek,palembang,di hulu sungai musi,perbatasan palembang-bengkulu. Akankah ada madinah di palembang?. Ya ada, Madinah Komala Sari,seorang guru di sekolah SMAN 01 muhammadiyyah pendopo. Ktika ingat wasiat ayah terakhir kali, jaga madinah baik baik dan jangan tingalkan madinah.
“Ayah akan aku laksanakan wasiatmu dalam syariat yang telah Dia tentukan.”
Ulu sungai musi,tanjung raya.
Masjid taqwa tanjung raya,di sana sedang berkumpul handai taulan dan di depan rumah ada janur kuning dan anak anak tertawa riang dengan berbusana khas melayu,dalam gerakan seropal lanam[1] dengan kompaknya menyambut kedatanganku.
Sudah lama aku tidak bertemu dengan semuanya,apalagi dengan seorang madinah yang bersiap menjadi teman hidupku. Punguk merindukan bulan[2],tapi ini bukan punguk merindukan bulan tapi pucuk di cintai ulampun tiba. Subhanalloh, semoga kita selalu kuat menjaga sunnah Rasulullah atas apa yang telah di syariatkannya dan apa yang telah dianjurkannya.





[1] Salah satu tarian seni melayu arab yang biasa di pakai dalam upacara pernikahan
[2] Pribahasa orang melayu,sudah lama merindukan seorang yang di cintai tapi tidak mungkin     memiliki.

Comments

Popular Posts