Mr.Agus memorian



Daftar isi
Daftar isi.................................................................................... 1
Kata pengantar.........................................................................    2
A.   Part of speech......................................................................3         
a)    Noun............................................................................ 3      
b)    Pronoun...................................................................... 9
c)    Verb............................................................................ 11
d)    Adjektive.................................................................... 20
e)    Adverb ...................................................................... 29
f)     Preposition................................................................ 35      
g)    Conjuction................................................................ 39      
h)   Determiner................................................................ 40
i)     Exclamanation......................................................... 41

B.   Gerund.................................................................................. 42
C.   Infinitive ................................................................................. 46
D.   Adjective clause................................................................... 48      
E.   Noun clause......................................................................... 51      
F.    Conditional sentences....................................................... 54
G.   Daftar pustaka...................................................................... 59


Kata pengantar
Bismillahirrahmanirrahim .
Segala puji bagi Alloh ,Rabb semesta Alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasul Alloh,Muhammad ibn Abdullah,kepada keluarganya,sahabatnya,serta seluruh umatnya.
Penyusunan materi grammar  ini terkumpul berkat nikmat ilmu dan kesehatan  yang Alloh berikan sehingga penyusun dapat menyelesaikannya sesuai dengan perencanaan, selain sebagai tugas dari mata kulia Advance Grammar dari Drs.Agus Riyanto,MPd. Selaku dosen penulis.kumpulan materi grammar ini juga sebagai tantangan inteleqtualitas dan aplikasi pengetahuan tentang tata bahasa inggris yang penyusun pelajari di Sekolah Tinggi Bahasa Asing-JIA(STBA-JIA) BEKASI.
Ucapan terimah kasih kepada ibunda tercinta yang selalu berdoa di setiap sujudnya,kepada saudara saudara tercinta, dosen dosen STBA JIA,sahabat sahabat seperjuangan yang tak kenal lelah memberikan saran dan kritiknya.
Semoga karya sederhana ini dapat memberikan semangat untuk selalu berprestasi.
Penyusun

Syafrudin


Pengertian dan Macam-macam Parts of SpeechPengertian Parts of Speech 

Parts of Speech adalah istilah untuk menggambarkan fungsi suatu kata dalam sebuah kalimat.Parts of Speech terdiri dari:
1. Noun (Kata Benda)

Penjelasan Noun (Kata Benda)


Penjelasan Noun (Kata Benda) - Dalam belajar Grammar Bahasa Inggris, kita tentunya sering menjumpai salah satu dari Part of Speech yaitu Noun (kata benda). Sejauh mana kah anda mengenal Noun? Untuk itu pada kesempatan kali ini penulis mencoba menjelaskan Noun (kata benda). Check this out!!!

A.Pengertian Noun (katabenda)

Noun adalah salah satu unsur dari Parts of Speech yang penting perannya selain Verb (kata kerja) dalam membangun sebuah kalimat. Kita tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya Noun (kata benda), menurut Barbara Dykes (22:2007), kata "Noun" berasal dari bahasa Latin, "nomen" yang berarti "nama". Noun (Kata Benda) merupakan nama dari suatu benda. Apa pun di dunia ini yang keberadaannya memiliki sebuah nama, baik yang bisa rasakan (lihat, kecap, sentuh, dengar, cium) maupun yang tidak.

Tapi Noun (kata benda) tidak hanya merujuk pada benda yang keberadaannya di dunia ini saja. Noun (kata benda) juga bisa merujuk pada ide atau pemikiran yang hanya ada di pikiran kita saja, misalkan freedom (kebebasan), beauty (kecantikan), hope (harapan), dll; ide/ pemikiran yang ada di pikiran kita tersebut, kita tidak bisa merasakannya dengan panca indra, tetapi kita hanya bisa merasakannya keberadaannya hanya di dalam pikiran kita saja. Benda yang keberadaannya bisa kita rasakan dengan panca indra kita dalam bahasa Inggris disebut Concert Noun, dan benda yang keberadaannya hanya ada pikiran kita atau merupakan ide/ pemikiran yang tidak bisa dijamah oleh panca indra kita disebut Abstract Noun.

B. Fungsi Noun (kata benda)
Menurut bukunya Sidney Greenbaum dkk. (241:1985), dalam kalimat bahasa Inggris, Noun bisa berfungsi sebagai Subject (Pelaku), Object (Target/sasaran), Com
plement of Clause (Pelengkap dari klausa) dan sebagai Complement of Prepositional Phrases (Pelengkap dari phrase kata depan), contoh:
  • The girl is my sister.(Subject)
  • The blonde girl is my sister. (Object)
  • The blonde who is wearing blue jeans is my sister. (Complement of Clause)
  • The blonde girl in blue jeans is my sister. (Complement of prepositional phrase)


C. Jenis-jenis Noun (kata banda)

Sebagaimana kita ketahui, terhadapa banyak jenis Noun (kata benda), baik keberadaannya bisa dijamah oleh indera perasa maupun yang hanya ada di pikiran kita saja. Untuk mengetahui apa-apa saja yang termasuk Noun (kata benda), di bawah ini penulis hadirkan penjelasan dan contohnya:

1. Persons' Name (Nama orang) :
Jenis Noun (kata benda) yang pertama adalah nama orang. Nama orang (Persons' name) dalam bahasa Inggris harus ditulis menggunakan huruf kapital (huruf besar) hanya untuk huruf pertamanya saja, misalkan Ahmad Fathoni, Rini Rosyidah, dll.
  • Mark White is writing a letter for Elisabeth, his mom.
  • Andrea Hinata is the most famous writer in Indonesia.



2. Places (Nama tempat) :
Untuk nama tempat (places), sepertihalnya nama orang, huruf pertama dari nama tempat harus dikapitalkan (dibesarkan), misalkan: Jakarta, Surabaya, dll.
  • Andrea Hiata is the most famous writer in Indonesia.
  • Jakarat is the place where I life now.

3. Geographical Appearences's Name (Nama Kenampakan geograpi):
Nama penampakan geograpi itu seprti nama gunung, nama sungai, nama danau, nama laut, nama selat, dll; juga harus dikapitalkan huruf awalnya, misalkan: Merapi Mountain, Hindia Ocean, Sunda Strait, Amazon river, dll.
  • I have ever visited Mount Bromo twice.
  • Amazon river is the largerst river in the world.

4. Things (Nama benda) :
Things (nama benda) adalah nama-nama benda yang ada di sekitar kita dan kita bisa menjamahnya dengan panca indera kita. Untuk nama-nama benda tersebut tidak dikapitalkan pada huruf pertamanya.
  • I bought a novel  in one of stores there.
  • Football is my favorite game.

5. Activities (Aktivitas) :
Nama-nama aktivitas merupakan nama-nama pekerja yang biasa dikerjakan, sep
erti halnya menulis, membaca, dll. Dalam bahasa Inggris, pembentukan nama-nama aktivitas dikejakan dengan merubah Verb (kata kerja) menjadi bentuk gerund. Dan untuk nama-nama aktivitas, tidak dikapitalkan huruf pertamanya.
  • Writing is my hobby.
  • Running and running became my routine activity when I was facing race championship.

6. Concepts (Ide/pemikiran) :
Nama-nama ide atau pemikiran yang hanya ada dalam pemikiran kita merupakan salah satu jenis Noun (kata benda), kata benda jenis ini juga tidak dikapitalkan huruf awalnya.
  • Freedom never comes to the poor.
  • Beauty that she dreams is actually false.




7. Groups (kelompok) :

                                    Berbeda dengan jenis-jenis Noun (kata benda) yang lain, untuk nama-nama kelompok (groups) memiliki keistimewaan. Letak keistimewaan untuk nama-nama kelompok terletak pada verb agreement yang digunakan, tunggal (singular) atau jamak (plural). Karena dalam beberapa kasus terdapat banyak nama-nama kelompok yang menggunakan Verb Agreement yang berbentuk singular dan plural.
  • Metalica is going to make a concert in Indonesia soon. (Berbentuk tunggal (singular) karena menggunakan "is")
  • Indonesian Blogger Community was established in 1999. (Berbentuk tunggal (singular) karena menggunakan "was")
  • Metalica are deciding the title of the new album. (Berbentuk jamak (plural) karena menggunakan "are")
  • Indonesian Blogger Community were gathering to discuse about the google algoritm. (Berbentuk jamak (plural) karena menggunakan "were")
Perbedaan antara menggunakan Verb Agreement tunggal (singular) dan jamak (plural) terletak pada maksud penulis. Jika maksud penulis menganggap nama kelompok itu sendiri bukan anggota kelompok yang ada di dalamnya (seperti contoh 1 dan 2) maka Verb Agreement yang digunakan adalah tunggal (singular). Tetapi jika maksud dari penulis merujuk pada anggota dari kelompok, bukan merujuk pada nama kelompok (seperti contoh no 3 dan 4), maka Verb Agreement yang digunakan adalah jamak (plural).

8. Events (Acara) :
Untuk nama-nama acara dalam bahasa Inggris, tidak dikapitalkan untuk huruf awalnya, hanya ditulis seperti nama kata benda yang lainnya. Birthday moment is always be waited for by every children.
  • People will enjoy the concert tonight.

Jenis-jenis Noun (kata benda) di atas merupakan penjelasan umum mengenai Noun (kata benda) itu sendiri, sedangkan pembagian Noun (kata benda) digolongkan ke dalam berbagai jenis bagian seperti Concrete Noun, Abstract Noun, Countable Noun, Uncountable Noun. Untuk pembahasan mengenai pembagian Noun (kata benda) tersebut
..





Noun (kata benda) dapat dibagi menjadi dua, yakni benda yang dapat dihitung (countable noun) dan benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun). Penjelasan mengenai Noun (kata benda) dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

COUNTABLE NOUN
UNCOUNTABLE NOUN
I eat aapple every day.
I like apples.
I eat rice every day.I like rice.
Apple adalah benda yang dapat dihitung(countable noun).

Benda yang dapat dihitung, terbagi menjadi dua. Yakni:
Benda tunggal (singular = satu benda) Benda jamak (plural = 2 benda atau lebih) , untuk benda jamak harus di akhiri dengan tambahan huruf "S".
contoh:
An apple = tunggal
Apples = jamak
Rice adalah benda yang tidak dapat dihitung(uncountable noun).

Benda yang tidak dapat dihitung hanya memiliki satu bentuk saja (contoh : rice). Kita tidak bisa menggunakan angka untuk benda yang tidak dapat dihitung.


Contoh Countable Noun:
Book, chair, song, cup, lamp, ambulance, accident, etc.
Contoh Uncountable noun:
Music, sand, money, Luck, water, electricity, etc.





Pengertian Noun Clause

  • Noun Clause adalah dependent clause yang berfungsi sebagai noun (kata benda).
  • Klausa kata benda ini dapat berfungsi sebagai subject maupun object didalam suatu clause atau phrase lain.
  • Karena berfungsi sebagai kata benda, maka dapat digantikan dengan pronounit“.

 

 

Contoh:

  • I forgot the fact. (noun)
  • I forgot it. (pronoun)
  • I forgot that the fact was very important. (noun clause)

Rumus Noun Clause

Noun clause dapat diawali oleh noun clause markers berupa question word(wh), if atau whether, dan that. Adapun contoh noun clause pada clause lain beserta detail marker-nya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Marker
Detail
Contoh Noun Clause dalam Kalimat
Question word:
what(ever), what (time, kind, day, etc),
who(ever),
whose,
whom(ever),
which(ever),
where(ever),
when(ever),
how (long, far, many times, old, etc)
The class listened carefully what the teacher instructed.
(Seluruh kelas mendengarkan dengan teliti apa yang guru instruksikan.)
The kitten followed wherever the woman went.
(Anak kucing mengikuti kemanapun wanita itu pergi.)
Many people imagine how many time the man was failed before success.
(Banyak orang membayangkan berapa kali pria itu gagal sebelum sukses.)
biasanya digunakan untuk kalimat jawaban dari pertanyaan yes-no question
Where does Andy live?
(Dimana Andy tinggal?)I wonder
if he lives in West Jakarta.
(Saya pikir dia tinggal di Jakarta Barat.)
Is Andy live on Dewi Sartika Street?
(Apakah Andy tinggal di jalan Dewi Sartika?)I don’t know
if he live on Dewi Sartika Street or not.
atau
I don’t know whether or not he lives on Dewi Sartika street.
(Saya tidak tahu jika dia tinggal di jalan Sartika atau tidak.)
biasanya that-clause untuk mental activity. Berikut daftar verb pada main clause yang biasanya diikuti that-clause:assume, believe, discover, dream, guess, hear, hope, know, learn, notice, predict, prove, realize, suppose, suspect, think
I think that the group will arrive in an hour.
(Saya pikir rombongan itu akan tiba dalam satu jam.)
Many people proved that the man was a big liar.
(Banyak orang membuktikan bahwa pria itu pembohong besar.)

 

 

 


 

Fungsi Noun Clause

Berikut adalah contoh kalimat dari setiap fungsi noun clause.
Fungsi
Contoh Noun Clause dalam Kalimat
What she cooked was delicious.
That today is his birthday is not right.
The fact is that she is smart and dilligent.
A teacher must be whoever is patient.
Diana believes that her life will be happier.
I want to know how Einstein thought.
Object of a preposition
The girl comes from where many people there live in poverty.
He will attend the party with whichever fits to his body.

2. Pronoun (Kata Ganti)
Pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk orang, hewan, dan benda.

Subject
Object
Possessive Adjective
Possesive Pronoun
I
Me
My …
Mine
You
You
Your …
Yours
They
Them
Their …
Theirs
We
Us
Our …
Ours
He
Him
His …
His
She
Her
Her …
Hers
It
It
Its …
Its

Contoh:
I go with him to her house. (Artinya: Saya pergi dengan dia ke rumahnya)
He visits our home. (Artinya: Dia mengunjungi rumah kita)
Its tail is very long. (Artinya: Ekornya sangat panjang)

Pengertian Pronoun

Pronoun adalah kata yang digunakan untuk menggantikan noun (kata benda) yang dapat berupa orang, benda, hewan, tempat, dan konsep abstrak. Pronoun merupakan satu dari delapan part of speech.
Macam-macam Pronoun
Macam-macam pronoun beserta penjelasan singkat dan contohnya adalah sebagai berikut.
Macam Pronoun
Penjelasan
Contoh
Merupakan kata ganti untuk orang, hewan, benda, atau hal secara spesifik. Bentuk kata ganti ini tergantung pada peran (subject, object, possessive), jumlah, orang ke-, dan gender dari noun yang digantikan.
I, you, us, them, its
Merupakan kata ganti yang menggunakan parameter number (jumlah) dan distance (jarak).
this, that, these, those
Merupakan kata ganti yang digunakan untuk mengajukan pertanyaan.
Who is that man?
(Siapa lelaki itu?)
Merupakan kata ganti  yang biasanya digunakan untuk memperkenalkan relative clause yang menerangkan noun.
The packet, which was sent a week ago, has received.
(Paket tersebut, yang dikirim seminggu lalu, telah diterima.)
Merupakan kata ganti  untuk orang, benda, atau hal secara umum atau tidak spesifik.
anything, everything, none
Merupakan kata ganti  yang digunakan untuk menyatakan bahwa subjek  menerima aksi dari verb (reciprocal action) pada suatu clause atau kalimat.
I‘m going to buy myself new jeans.
(Saya akan membeli celana jins.)
Merupakan kata ganti yang digunakan untuk memberikan penekanan pada noun yang mendahuluinya.
I myself promise not to corrupt the project.
(Saya berjanji tidak akan mengorupsi proyek tersebut.)
Merupakan kata ganti yang digunakan pada kondisi ketika dua atau lebih subjek melakukan aksi yang sama satu sama lain.
each other, one another


3. Verb (Kata Kerja)

Pengertian dan jenis Verb

Verbs (kata kerja) adalah kata yang menunjukkan nama perbuatan yang dilakukan oleh subyek, namun mungkin juga untuk menunjukkan keadaan. Verbs biasanya menjadi Predikat dari suatu kalimat.

Contoh:
  • Henry comes from London.
  • My brother studies in America.
  • She is very beautiful.
  • They are diligent.

Macam-macam Kata Kerja

1. Finite Verb (Kata Kerja Biasa)

Ciri-ciri Kata Kerja Jenis ini adalah sebagai berikut:
  • Bila dipakai dalam kalimat tanya dan negative perlu memakai kata kerja bantu do, does atau did.
  • Bentuknya dapat berubah-ubah oleh tense.
  • Biasanya mempunyai bentuk-bentuk:
  • Infinitive
  • Present Participle
  • Gerund
  • Past Tense
  • Present Tense
  • Past Participle

Contoh:
  • Ms. Anne reads a novel. (Infinitive)
  • Ms. Anne is reading a novel. (Present Participle)
  • Does Ms. Anne read a novel?
  • Ms. Anne read a novel. (Past Tense)
  • Ms. Anne has read a novel. (Past Participle)

2. Auxiliary Verbs (Kata Kerja Bantu)

Yaitu kata kerja yang digunakan bersama-sama dengan kata kerja lain untuk menyatakan tindakan atau keadaan, atau berfungsi untuk melengkapi fungsi gramatikal.

Kata Kerja Auxiliary adalah:
  • Is, am, are
  • Was, were
  • Do, does, did
  • Has, have, had
  • Can, could
  • May, might
  • Will, would
  • Shall, should
  • Must
  • Ought to
  • Had better
  • Need, Dare (Dapat juga berfungsi sebagai Kata Kerja Biasa)
3. Linking Verbs (Kata Kerja Penghubung)

Yaitu kata kerja yang berfungsi menghubungkan antara subject dengan complement-nya. Kata yang dihubungkan dengan subject tersebut dinamakan subject complement. Jika kata Kerja Penghubung tersebut kita gantikan dengan be (am, is, are, was, dll.), maka maknanya tidak berubah.

Linking Verbs yang umum adalah:
  • be (am, is, are, was, dll.)
  • look
  • stay
  • appear
  • become
  • remain
  • taste
  • feel
  • seem
  • smell
  • grow
  • sound
Contoh:
  • The actress is beautiful.
  • Alex looks serious. (= Alex is serious).
  • The cakes smell delicious (=the cakes are delicious).
4. Transitive Verbs (Kata Kerja Yang Membutuhkan Objek)

Yaitu kata kerja yang memerlukan object untuk menyempurnakan arti kalimat atau melengkapi makna kalimat.

Kata kerja Transitive diantaranya adalah: Drink, watch, read, fill, open, close, dll

Contoh:
  • He watches the film. (Kalimat ini tidak akan lengkap, jika "the film" kita hilangkan. Orang lain akan bertanya-tanya - menonton apa?, maka watch (menonton) membutuhkan object agar makna kalimat tersebut dapat dipahami).
  • The man cuts the tree.
5. Intransitive Verbs (Kata Kerja Yang Tidak Membutuhkan Objek)

Yaitu adalah kata kerja yang tidak memerlukan obyek, karena sudah dapat dipahami dengan sempurna makna kalimat tersebut.

Kata-kata kerja yang termasuk Intransitive verbs diantaranya adalah: Shine, come, sit, boil, sleep, fall, cry, dll.

Contoh:
  • The baby cries.
  • My mother is sleeping.
  • The water boils.
Catatan:
  • Ada juga beberapa kata kerja yang dapat berfungsi sebagai transitive maupun intransitive verbs.
Contoh:
  • He drops his bottles. (transitif)
  • The rain drops from the sky. (intransitif)
  • The contestants still misunderstood then. (transitif)
  • The contestants still misunderstood. (intransitif)
  • They grow the rubber trees. (transitif)
  • Rice grows in the fertile soil. (intransitif)
Ada beberapa verb intransitive yang memakai Objective Noun yang mempunyai satu kesatuan makna dengan kata kerjanya. Objeknya disebut Cognate Object.

Contoh:
  • He played the fool.                   (Dia bermain gila-gilaan).
  • He laughs a hard laugh.            (Dia tertawa lebar).
  • He slept a sound sleep.            (Dia tidur nyenyak).
  • He died a miserable death.       (Dia mati melarat).
Ada beberapa verb transitive dan intransitive walaupun sudah mempunyai object tetapi artinya belum sempuma sebelum ditambah kata-kata lain.

Kata Kerja jenis ini diantaranya adalah: make, name, call, find, declare, suppose, consider, bring, give, appoint, seen, hear, dll.

Contoh:
  • I will make you happy.
  • I appoint him to be my assistant.
Ada juga kata kerja yang mempunyai pola sebagai berikut:
  • Kata Kerja + Preposition + Object
  • Kata Kerja + Preposition + Kata Kerja-ing
Contoh:
  • We talked about the problem.
  • She felt sorry for coming late.
Kata-kata kerja untuk pola kedua diantaranya adalah: succeed in, think about/of, dream of, dream about, approve of, look forward to, insist on, decide against, angry with, sorry for, thanks for, dll.

Ada juga Kata Kerja tertentu yang mempunyai pola sebagai berikut:
  • Kata Kerja + Object + Preposition + Kata Kerja-ing
Contoh:
  • They accused me of telling lies.
  • Do you suspect the man of being a spy?
  • I congratulated Bob on passing the exam.
  • What prevented him from coming to the party?
  • I thanked her for being so helpful.
6. Regular & Irregular Verbs

Regular Verb
adalah kata kerja yang dapat berubah-ubah sesuai dengan bentuk tense; dan perubahan bentuk kata kerja itu secara teratur.

Contoh perubahan Kata Kerja jenis ini adalah:
  • Call - called - called
  • Admit - admitted - admitted
  • Submit - submitted - submitted
  • Invite - invited - invited
Irregular Verb adalah kata kerja yang mempunyai fungsi sama dengan regular verb, tetapi perubahan bentuk kata kerja ini secara tidak teratur.





Contoh perubahan kata kerja jenis ini adalah:
  • Read - Read - Read
  • Come - came - come
  • Begin - began - begun
  • Sleep - slept - slep

Pengertian dan Contoh Auxiliary Verb

Last modified: May 29, 2013 by Wilma Yulia

Pengertian Auxiliary Verb

  • Auxiliary verb adalah kata kerja yang muncul sebelum main/lexical verb (kata kerja utama) di dalam suatu kalimat untuk memodifikasi makna dari kata kerja utama tersebut.
  • Tidak seperti kata kerja utama, helping atau auxiliary verb tidak mempunyai arti sendiri.
  • Kata kerja pembantu ini terdiri dari primary (be, do, have) dan modal auxiliary verb (can, could, may, might, will, would, shall, should, must, ought to).

Kombinasi Auxiliary Verb

Sebuah kata kerja utama dapat dilengkapi sampai tiga auxiliary verb dimana terdiri dari modal dan satu atau dua primary auxiliary verb. Contoh kombinasi pada kata kerja ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

Contoh Kombinasi Antar Auxiliary Verb:

  • The children should have slept. (modal: should, primary: have; Present Perfect Tense)
  • The book has been read. (primary: has, been; Passive-Present Perfect Tense)
  • I have been driving for an hour. (primary: have, been; Present Perfect Continuous Tense)
  • I will have been sleeping. (modal: will, primary: have, been; Future Perfect Continuous Tense)

 

 

Primary Auxiliary Verb

Primary Auxiliary Verb terdiri dari be, do, dan have. Ketiga kata kerja ini dapat pula berfungsi sebagai kata kerja utama.

Tabel Fungsi dan Contoh Be, Do, & Have

Fungsi dan contoh primary auxiliary verb be, do, dan have dalam kalimat dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Auxiliary Verb
Fungsi
Contoh Auxiliary Verb dalam Kalimat
Be
(am, is, are, was, were, be, being, been)
Auxiliary verb ”be” untuk membentuk present/past continuous/progressive tense. Kemudian dapat pula ditambahkan modal will untuk membentuk future continuous.
The maid is brushing the bathroom floor. (Present Continuous)
They were roasting corns at this time last night. (Past Continuous)
The party will be starting at this time tomorrow. (Future Continuous)
Be bersama auxiliary have membentuk present/past perfect continuous/progressive tense. Dapat pula ditambahkan modal will untuk membentuk future perfect continuous.
The manager has been checking the documents. (Present Perfect Cont.)
The cat will have been sleeping long. (Future Perfect Cont.)
Be untuk membentuk passive voice
Your cake is being eaten by him. (Passive Present Cont.)
The room was cleaned by my assistant last night. (Passive Past Tense)
Do
(do, does, did)
Auxiliary verb “do” untuk memberikan penekanan pada kalimat indicative (normal) maupun
imperative, dan adverb of frequency.
I do finish my homework.
Do open the door.
Tina seldom does wash her shoes by herself.
Do untuk mengajukan pertanyaan (question tag[1], Yes-No[2], dan Wh-question[3]). Dapat pula digunakan untuk mengajukan clarifying question[4] (pertanyaan klarifikasi) berhubungan negative statement (pernyataan negatif) sebelumnya.
You do love me, don’t you?[1]
Did you see him yesterday?[2]
What does she want from you?[3]
“Diana didn’t have much money.”
“Then who
did borrow me?”[4]
Auxiliary verb ini bersama not untuk membentuk kalimat negatif
I do not like coffee.
She didn’t come last night.
Do untuk membuat short answer (jawaban pendek)
Yes, I do.
Yes, she does.
Auxiliary verb ini dipadukan dengan conjunction so dan neither untuk mengekspresikan similarity (persamaan) dan differences (perbedaan).
My brother loves sport and so do I.
I don’t want to spend my money unwisely; neither does my friend.
Have
(have, has, had)
Auxiliary verb “have” untuk membentuk perfect tense
Dira has studied in French since April. (Present Perfect)
I had already had breakfast by the time he picked me up. (Past Perfect)
Have dikombinasikan dengan modal untuk mengekspresikan possibility (kemungkinan) dimasa lalu.
He might have realized his mistakes.
My father may have read this book.

Pengertian Causative Verb

Causative verb adalah verb yang digunakan untuk menunjukkan bahwa subject tidak bertanggungjawab langsung terhadap aksi yang terjadi melainkan seseorang atau sesuatu yang lain yang melakukan aksi tersebut.

Fungsi & Rumus Causative Verbs

  • Kalimat causative verb terbagi menjadi 2 macam, yaitu active dan passive. Pada kalimat active causative verb, agent yang mengerjakan aksi diketahui. Sebaliknya, pada kalimat passive causative verb, agent biasanya tidak disebutkan.
  • Let, make, have, & get merupakan causative verb yang umum digunakan, ada yang menggunakan action verb berupa bare infinitive (infinitive without to) dan ada pula yang to infinitive.


Adapun fungsi dan rumus secara umum sebagai berikut.
Verb
Fungsi
Rumus Active & Passive Causative
Let
membiarkan seseorang melakukan sesuatu.
Active:
S+let+agent+action verb(
bare infinitive)+…
Make
memaksa atau sangat menyakinkan seseorang untuk melakukan sesuatu.
Active:
S+(make-made)+agent+action verb(
bare infinitive)+…
Have
memberikan wewenang kepada seseorang untuk melakukan sesuatu;
ingin sesuatu dilakukan oleh seseorang;
pengalaman.
Active:
S+(have-had)+agent+action verb(
bare infinitive)+object
Passive:
S+(have-had)+object+action verb(V-3)
Get
membujuk seseorang untuk melakukan sesuatu.
Active:
S+(get-got)+agent+action verb(
to infinitive)+…
Passive:
S+(got)+object+action verb(V-3)

Contoh Causative Verbs: Active & Passive

Beberapa contoh causative verb pada struktur active maupun passive adalah sebagai berikut.
Rumus
Verbs
Contoh Causative Verbs
Active Causative Verbs
have-had
Lala had her friend take her result test.
The student had the teacher speak slowly.
get-got
She got her parents to buy her a tennis racket.
The boy got his cat to chase a mouse.
make-made
The woman made her daughter eat up the tomatoes.
The manager makes her staff work hard.
let
My father lets me choose my own future carrier.
The shepherd lets his sheep graze in the meadow.
Passive Causative Verbs
have-had
I had my house renovated last week.
He had his book returned as soon as possible.
get-got
Teddy got the money saved in the bank.
Yulia got her bedroom cleaned.

Pengertian Linking Verb Bahasa Inggris

http://n.effectivemeasure.net/emnb_18_30050.gif?1452491958

                          Linking Verb adalah beberapa kata kerja dalam bahasa Inggris yang berfungsi sebagaimana be verb atau to be dalam kalimat nominal, yaitu menghubungkan Subject dan Complement (pelengkap) yang menerangkannya, bisa noun complement atau adjective complement. Linking verbs juga dikenal dengan istilah copulas atau copular verbs.





Linking Verbs terdiri dari :
  • Berkaitan dengan panca indra (look, sound, smell, feel, taste)
  • Berkaitan dengan keadaan (appear, seem, become, grow, turn, prove, remain, keep, stay, go, run).
Contoh penggunaan Linking Verbs dalam kalimat :

- I feel good.
- He keeps quite.
- This room smells bad.
- This food tastes delicious.
- She looks very beautiful.
- The music sounds slow.
- A victory today seems unlikely.
- They remain in the classroom.
- His face turned purple.
- She became older.
- The dogs ran wild.
- The milk has gone sour.
- The crowd grew ugly.


Linking Verbs selalu intransitive (tetapi tidak semua intransitive verbs adalah Linking Verbs).

To be juga disebut linking verbs, seperti pada contoh berikut ini:
- The crew’s mission is
to create the best topographic map of Earth.
- The solution was
judges who would mete out longer prison sentences.
- Leonardo said, “I am
the king of the world.”

Tetapi to be juga tidak selalu berperan sebagai Linking Verbs, contoh:
- Nyoko
was crossing a bridge when the earthquake hit.
- Margaret Ann
was feeling tired.





4. Adjective (Kata Sifat)
Adjective (kata sifat) adalah kata yang digunakan untuk memberi sifat pada kata benda. Tiap kata sifat mempunyai kekuatan yang bersifat membatasi, dan kata sifat itu boleh diberikan definisi sebagai kata yang digunakan untuk mebatasi pemakaian kata benda.
Ada enam jenis kata sifat :
  • Proper adjective (kata sifat nama diri)
  • Descriptive adjective (kata sifat deskriptif)
  • Quantitative adjective (kata sifat kuantitatif)
  • Numeral adjective (kata sifat numeral)
  • Demonstrative adjective (kata sifat demonstratif)
  • Distributive adjective (kata sifat distributif)
A. Proper adjective
Kata sifat yang melukiskan suatu benda dengan suatu kata benda nama diri tertentu. Proper adjective harus dimulai dengan huruf besar.
Contoh: An Indonesian pilgrim. Pejiarah Indonesia
Pembentukan kata sifat dari kata benda nama diri:
a) Dengan menambahkan n
Kata benda Austria
Sumatra Africa
Kata sifat Austrian (yang berhubungan dgn Austria)
Sumatran (yang berhubungan dgn Sumatra)
African (yang berhubungan dgn Afrika)
b) Dengan menambahkan an
Kata benda Europe
Troy
Kata sifat European (mengenai Eropa)
Troyan (mengenai Troya)
c) Dengan menambahkan ian
Kata benda Mongol
Paris
Kata sifat Mongolian (mengenai Mongolia)
Parisian (mengenai Paris)
d) Dengan menghilangkan e atau y dan menambahkan ian
Kata benda Aristotle
Italy
Kata sifat Aristotlian (mengenai Aristotle)
Italian (mengenai Itali)
e) Dengan menghilangkan s dan menambahkan tian
Kata benda Mars
Kata sifat Martian (mengenai Planet Mars)
f) Dengan menambahkan i
Kata benda Iraq
Kata sifat Iraqi (mengenai Irak)
B. Descriptive Adjective
Kata sifat yang melukiskan sifat dan keadaan seseorang, hewan atau benda.
  • a brave girl. Seorang gadis yang berani
  • a beautiful woman. Seorang wanita yang cantik
  • a sick dog. Seekor anjing yang sakit
C. Quantitative Adjective
Kata sifat yang menunjukkan berapa banyak (how much) sesuatu benda yang dimaksudkan. Kata-kata sifat utama yang termasuk kategori ini :
  • much (= a large quantity of) banyak
  • little (= a small quantity of) sedikit
  • no (= not any) tak ada sesuatu apapun
  • some (= a certain quantity of) sejumlah tertentu
  • any ( = any quiantity of) sejumlah sedikit
  • enough (= sufficient) cukup
  • whole seluruh
  • half setengah
Adjective of quantity selalu diikuti oleh kata benda tunggal, dan kata benda ini harus selalu merupakan kata benda material atau kata benda abstrak, misalnya much bread, much butter, much sugar (material), much pain (= a high degree of pain) rasa sakit yang sangat (kata benda abstrak). Oleh karena itu ajective of quantity disebut juga adjective of degree.

D. Numeral Adjective
Kata sifat yang menunjukkan berapa banyak (how many) benda atau dalam urutan berapa. Numeral adjective dibagi kedalam dua golongan :
a) Definite numeral (bilangan tertentu)
Bilangan-bilangan yang menunjukkan berapa banyak benda yang ada yaitu bilangan cardinal (one, two, three), bilangan ordinal (first, second, third) dan bilangan multiplicative (one only, twofold, threefold).
b) Indefinite numeral (bilangan tak tentu)
Menunjukkan bilangan jenis tertentu tanpa mengatakan secara tepat berapa jumlahnya. Seperti
all, some, enough, no, many, few, several, dan sundry.
Definite numeral dapat dijadikan indefinite dengan meletakkan kata some atau about di depannya,
Some ten men were absent. Kurang lebih sepuluh orang tidak hadir
catatan :
many a dan a many
Many a adalah ungkapan yang diikuti oleh kata-kata benda bentuk
tunggal.
Contoh: Many a youth and many a maid, dancing neath the greenwood shade. Banyak pemuda dan banyak pemudi, menari di bawah naungan pohon-pohon hijau
A many adalah ungkapan yang diilkuti oleh kata-kata benda bentuk
jamak, a many disini mempunyai kekuatan suatu kata benda kolektif.
Contoh: They have nopt shed a many tears. Mereka tidak menitikkan banyak air mata
Dalam prosa, lebih umum diselipkan kata great antara a dan many.
Contoh: A great many woman berarti banyak sekali wanita

E. Demonstrative Adjective
Kata sifat ini membatasi pemakaian kata benda pada orang atau benda itu diharapkan supaya ditunjukkan oleh kata sifat itu. Kata-kata sifat jenis ini dibagi lagi dalam dua golongan utama:
a) Definite demonstrative (kata sifat penunjuk tertentu)
b) Indefinite demonstrative (kata sifat penunjuk tak tertentu)
Apabila orang atau benda ditunjukkan secara tepat, misalnya this woman, kata sifat itu disebut definite demostrative. Apabila orang atau benda ditunjukkan dalam suatu pengertian umum/tidak secara tepat, kata sifat itu disebut indefinite demonstrative.
Definite
Tunggal the
this
that
yon, yonder
such
the same
self-same
the other
Jamak the (ini/itu)
these (ini)
those (itu)
yon, yonder (disana)
such (seperti ini/itu, semacam ini/itu)
the same (yang sama)
self-same (yang itu-itu saja)
the other (yang lain)
Indefinite
Tunggal a,an
one
any
a certain
such
some
another
any other
Jamak _ (sebuah, seekor, seorang, dsb)
any (suatu)
any (yang mana saja, apa saja)
certain (yang tertentu)
such (suatu, anu)
some (suatu, beberapa)
other (yang lain)
any other (yang lain)
Kata sifat the umumnya disebut definite article (kata sandang tertentu) dan a atau an disebut indefinite article (kata sandang tak tertentu).
Cara pemakaian kata sifat penunjuk tertentu (definite demonstrative):
a) This, these
Sesuatu yang dekat sekali (dapat disentuh atau dijangkau dengan tangan) ditunjukkan oleh
kata-kata sifat ini, seperti this book, these books.
b) That, those, yon, yonder
Kata-kata sifat ini menunjukkan sesuatu pada jarak yang lebih jauh (tidak dapat disentuh atau
dijangkau dengan tangan).
c) Such
Kata sifat ini berarti yang semacam ini atau semacam itu, menunjukkan kepada sesuatu yang baru saja disebutkan atau kepada sesuatu yang baru saja (akan) sedang disebutkan.
Contoh: Her praise of me was not sincere, I don’t like such a woman. Pujiannya padaku tidak tulus hati, aku tidak menyukai wanita semacam itu
Such juga dipakai sebagai indefinite demonstrative, dalam hal ini such tidak menunjukkan kepada sesuatu yang disebutkan sebelumnya, tetapi yang samar-samar (tidak jelas) atau tidak tentu.

d) The same, self-same, very same
Kata-kata sifat ini semuanya menunjuk kepada sesuatu yang disebutkan sebelumnya. Self-same dan very same lebih bersifat menegaskan atau menekankan daripada same.
Contoh: You told her to come here as soon as possible and I gave her the same answer. Anda menyuruh dia datang ke sini secepat mungkin dan saya memberikan jawaban yang sama kepadanya





e) The other (yang lain)
Kata sifat ini menunjukkan yang kedua dari dua orang atau benda yang disebutkan sebelumnya,
sedang the one (yang satu) menunjukkan yang pertama.
Cara pemakaian kata sifat penunjuk tak tentu (indefinite demonstrative) adalah sebagai berikut:
a. A, an, a certain
A, an dan a certain dipakai dengan kata-kata benda bentuk tunggal, untuk menunjukkan bahwa tidak ada orang atau benda khusus yang dimaksudkan atau ditentukan, seperti a woman (seorang wanita), an egg (sebutir telur), a certain person (seseorang yang tertentu). Certain dipakai dengan kata-kata benda bentuk jamak dalam pengertian yang sama, seperti certain people (sekelompok orang tertentu).
b. One
Kata ini umumnya adalah kata sifat bilangan (numeral adjective). Akan tetapi one juga boleh dipakai sebagai kata sifat penunjuk tak tentu (indefinite demonstrative) dalam kalimat ini:
Contoh: She came one day to see me. Pada suatu hari ia datang menemui saya one day = on a certain day which I cannot remember
c. Any
Kata ini lebih bersifat menegaskan atau menekankan daripada a atau an. Any dapat dipakai dengan kata-kata benda bentuk tunggal dan juga bentuk jamak.
Contoh: Any man could do that. Setiap orang/siapa saja dapat melakukan itu

d. Some
Ini dipakai dalam dua pengertian: Untuk menunjukkan bahwa tiada orang atau benda khusus yang ditentukan. Untuk membuat bilangan tertentu menjadi tak tentu.
Contoh: Some man called here this morning. Seseorang singgah ke sini tadi pagi
e. Another, any other, other
Another dipakai dengan kata-kata benda bentuk
tunggal dan other dengan kata-kata benda bentuk jamak.
Another dan other dipakai dalam kalimat-kalimat berita (affirmative sentences). Any other (dengan kata-kata benda bentuk
tunggal atau jamak) dipakai dalam kalimat-kalimat menyangkal (negative sentences).
Contoh:
  • I have read another book. Saya telah membaca buku yang lain
  • I have read other books. Saya telah membaca buku-buku yang lain
F. Distributive Adjective
Membatasi pemakaian kata benda dengan menunjukkan bahwa orang atau benda yang ditunjukkan oleh kata benda digunakan satu demi satu, atau dalam bagian-bagian yang terpisah. Kata sifat golongan ini ada empat buah : each, every, either dan neither.
a) Each
Each berarti salah satu dari dua benda, atau salah satu dari dua bilangan apa saja yang melebihi dua.
The two students had each a pen. Dua orang siswa ini masing-masing mempunyai sebuah pena
b) Every
Every tidak dipakai untuk salah satu dari dua, melainkan untuk bilangan tertentu yang melebihi
dua.
Contoh: Every man (out of the fifteen present) had a gun. Tiap orang (dari lima belas orang yang hadir) mempunyai sebuah senapan
Catatan :
  • Every adalah kata yang lebih kuat daripada each dan berarti ” tiap-tiap tanpa kekecualian “.
  • Every five hours berarti setiap jangka waktu lima jam, lima jam diambil secara kolektif sebagai satu periode/jangka waktu.
  • Every other berarti setiap yang kedua, setiap dua … sekali atau berselang, seperti every
  • other day (dua hari sekali), every other week (dua minggu sekali).
c) Either
Ini mempunyai dua arti: salah satu dari dua, atau setiap dari dua, yaitu keduanya
Contoh: You can take either side, that is, one side or the other. Anda boleh mengambil salah satu sisi, yaitu sisi yang satu atau sisi yang lain
d) Neither
Ini adalah bentuk negatif dari either dan berarti yang satu tidak, yang lain juga tidak (kedua-duanya tidak).
Contoh: You should take neither side, that is, neither this side nor that, neither the one side nor the other. Anda seharusnya tidak mengambil salah satu sisi, yaitu sisi yang ini tidak, sisi yang itu juga tidak, sisi yang satu tidak, sisi yang lain juga tidak
The two uses of adjectives and subtitutes for adjectives (Dua Cara Pemakaian Kata Sifat):
1) The attributive (atributif, kata sifat yang terletak langsung di depan kata benda)
2) The predicative (predikatif, kata sifat yang merupakan predikat)
Penjelasan :
1) Attributive use (pemakaian atributif)
Suatu kata sifat dipakai secara atributif, apabila kata sifat itu memberi sifat kata bendanya secara langsung.
Contoh:
  • A noble deed suatu perbuatan yang mulia
  • A lame cat seekor kucing yang pincang
Semua kata sifat asli dapat dipakai secara atributif, kecuali glad lazimnya hanya dipakai secara predikatif, misalnya I am glad to meet you. Saya senang bertemu dengan anda
2) Predicative use (pemakaian predikatif)
Suatu kata sifat dipakai secara predikatif, apabila kata sifat itu dijadikan bagian predikat
(sebutan) suatu kalimat. Lalu kata sifat itu memberi sifat kata bendanya secara tidak langsung
melalui kata kerjanya.
Contoh:
  • Her character is noble. Wataknya mulia
  • That cat went lame. Kucing itu berjalan dalam keadaan pincang
Kata atau kata-kata apa saja yang membatasi kata benda sejalan seperti suatu kata sifat akan membatasinya, boleh dianggap menjadi pengganti untuk kata sifat :
a) Suatu participle (partisip) atau verbal adjective (kata kerja partisip yang dapat dipakai sebagai kata sifat)
Contoh:
  • A retired president. Seorang presiden purnawirawan
  • Retired pay. Uang pensiun
b) Suatu adverb (kata tambahan) dengan participle (partisip) tertentu yang dimengerti :
Comtoh: The then King. Raja pada waktu itu
c) Kata benda atau gerund (kata kerja bentuk ing yang berfungsi sebagai kata benda) dipakai sebagai kata sifat:
Contoh:
  • A river fish. Ikan yang hidup di sungai
  • A bathing place. Suatu tempat yang digunakan untuk mandi
d) Suatu kata benda atau kata ganti dalam kasus kepunyaan:
Contoh: Your son’s teacher. Guru anak anda
e) Suatu kata kerja dalam modus infinitif (infinitive mood)
Contoh: Water to drink. Air yang diminum
f) Suatu kata depan dengan objeknya:
Contoh: A man of virtue. Seorang yang baik/bijak
g) Suatu adjective clause (anak kalimat kata sifat) yaitu suatu anak kalimat yang melakukan tugas kata sifat, misalnya:
Contoh: The cassette that you lent me will not be lost. Kaset yang anda pinjamkan kepadaku itu tidak akan hilang
5. Adverb (Kata Keterangan)

Adverb (kata keterangan/tambahan) adalah kata yang dipakai untuk menerangkan bagian dari tata bahasa yang mana saja kecuali kata benda dan kata ganti.
a) Adverb menerangkan kata kerja
Contoh: She speaks English fluently. Ia berbicara bahasa Inggris dengan fasih
b) Adverb menerangkan kata sifat
Contoh: It’s now too hot to play tennis. Sekarang udara terlalu panas untuk bermain tenis
c) Adverb menerangkan kata adverb lainnya
Contoh: She sings very well. Ia menyanyi dengan baik sekali
d) Adverb menerangkan kata depan
Contoh: The cat was sitting almost outside the door. Kucing itu sedang duduk hampir di luar pintu
Di sini adverb almost menerangkan kata depan outside.
e) Adverb menerangkan kata sambung
Contoh: I want to know precisely how the accident happened. Saya ingin mengetahui secara pasti bagaimana kecelakaan itu terjadi
Adverb dapat menerangkan bukan saja kata-kata yang terpisah tetapi juga sebuah kalimat asertif (yaitu kalimat yang hanya menegaskan atau menyangkal sesuatu). Dalam hal ini adverb harus ditempatkan di posisi awal kalimat.
Contoh: Evidently your success depends chiefly on yourself. Jelaslah keberhasilan anda terutama tergantung pada anda sendiri
Unfortunately, we don’t know much English. Sayang sekali kami tidak dapat berbahasa Inggris banyak








Adverb dibagi kedalam tiga golongan :
  1. Simple adverb
  2. Interrogative adverb
  3. Relative adverb




1) Simple adverb

Kata-kata tambahan ini dapat dibedakan dari satu dengan yang lain menurut artinya :
a) Time (waktu)
Adverb of time (kata keterangan waktu)
Contoh: I did this before, and he has done it since. Saya melakukan hal ini dulu, dan ia telah melakukannya sejak waktu itu
Kata keterangan waktu yang utama ialah: now, then (pada waktu itu), since (sejak waktu itu), before (lebih dahulu), ago (dulu, dahulu),already (sudah), soon (segera), immediately (segera, dengan segera), instantly (dengan segera), presently (segera, sekarang), late (terlambat),lately (akhir-akhir ini), early (pagi-pagi), afterwards (sesudah itu, kemudian), today (hari ini), yesterday (kemarin), tomorrow (besok), dsb.

b) Place adverbs of place (kata keterangan tempat)
Contoh: You may sit here. Anda boleh duduk di sini
Kata keterangan tempat yang utama: here, there, hence (dari sini), thence (dari sana), above (di atas), below (di bawah, ke bawah), in (di atau masuk ke tempat, posisi dsb, ada/tidak absen), out (di luar, tidak di rumah), inside (di dalam, ke dalam), outside (di luar, ke luar), hither(ke/menuju tempat ini, di sana, ke sana), within (dalam), without (luar, di luar), far (jauh), near (di atau ke suatu jarak yang dekat, tidak jauh),dsb.

c) Number (bilangan)
Adverbs of number (kata keterangan bilangan)
Contoh: I did it twice. Saya melakukannya dua kali
Kata keterangan bilangan yang utama: once (satu kali, sekali), twice (dua kali), thrice, again (lagi), firstly (pertama, pertama-tama),secondly (kedua), always (selalu), never (tak pernah), often (sering), seldom (jarang), sometimes (kadang-kadang), dsb.

d) Manner, quality, or state
Kata keterangan cara, sifat atau keadaan.
Contoh: She did her work quickly. Ia mengerjakan pekerjaannya dengan cepat
Termasuk golongan adverb ini: well (dengan baik), ill (jelek, dengan jelek), badly (jelek, kurang senonoh), amiss (salah), fluently (dengan lancar), probably (mungkin), possibly (mungkin), may be (mungkin), perhaps (barangkali), must be (tentu/pasti), thus (demikian), so (begitu, amat), dsb.

e) Quantity, extent or degree (banyaknya, taraf atau tingkat)
Contoh: He is almost a heavyeater. Ia hampir menjadi jago makan
Termasuk adverb golongan ini: very, too (terlalu), quite (sungguh), much, almost, little (sedikit sekali), a little (sedikit), somewhat (agak),rather (agak, cukup), so (begitu dalam arti sampai sedemikian luas/besar), half (setengah), partly (sebagian), wholly = completely = entirely = totally (sama sekali), really (sesungguhnya), actually (sesungguhnya), honestly (secara jujur), truthfully (dengan sebenarnya), dsb.


f) Affirming or denying (menegaskan atau menyangkal)
Contoh: He did not go after all. Akhirnya ia tidak pergi
Termasuk adverb golongan ini: yea (ya, betul), nay (tidak), yes (ya), no (tidak), not (tidak, bukan), by all menas (tentu saja), not at all (sama sekali tidak).

2) Interrogative adverb
Kata-kata tambahan/keterangan yang dipakai untuk mengajukan pertanyaan:
a) Time (waktu)
Interrogative adverb of time (kata keterangan penanya waktu)
Contoh:
  • When did you come? kapan anda datang?
  • How long will you stay here? berapa lama anda akan tinggal disini?
b) Place (tempat)
Contoh:
  • Where do you live? anda tinggal dimana?
  • Whence have they come? mereka (telah) datang dari mana?
  • Whither are you going? kemana anda akan pergi?
c) Number (bilangan)
Contoh: How often do you eat? berapa kali anda makan?
d) Manner, quality, or state (cara, sifat, atau keadaan)
Contoh:
  • How did you do that? bagaimana caranya anda melakukan itu?
  • How are you today? bagaimana kesehatan anda hari ini?
e) Quantity or degree (banyaknya atau tingkat)
Contoh: How far was that news true? sampai berapa jauh berita itu benar?
f) Cause or reason (sebab atau alasan)
Contoh:
  • Why did he leave? mengapa ia pergi?
  • Wherefore did she weep? mengapa ia menangis?
Catatan :
Adverb how kadang-kadang dipakai dalam pengertian seru
Contoh:
  • How hot it is today! alangkah panasnya hari ini!
  • How beautiful that view is! alangkah indahnya pemandangan itu!
  • How much disappointed he will be! ia akan betapa kecewanya!
Adverb what dalam pengertian taraf atau tingkat, atau dalam arti kata untuk menunjukkan kejutan, kemarahan, kesukaan dan sebagainya, dengan cara yang sama dipakai dalam pengertian seru.
Contoh:
  • What a foolish fellow you are! kau seorang yang alangkah tololnya!
  • What clever daughters you have! anda mempunyai putri-putri yang betapa pandainya!
3) Relative adverb

Kata-kata tambahan ini dalam bentuk yang sama seperti interrogative adverb, tetapi sebagai pengganti untuk mengajukan pertanyaan, kata-kata itu menghubungkan dua kalimat menjadi sebuah kalimat. Oleh karena itu, relative adverb merupakan part of speech ganda yaitu adverb dan conjunction digabungkan, adverb ini juga disebut conjunction adverb.
Relative adverb berhubungan dengan antecedent (kata atau bagian kalimat yang mendahului kata ganti) yang dinyatakan atau dimengerti, seperti yang dilakukan relative pronoun :
a) Antecedent dinyatakan
Contoh: This is the house where we live. Inilah rumah dimana kami tinggal
Di sini where merupakan adverb, karena ia menerangkan kata kerja live, sedangkan the house adalah antecedent.
b) Antecedent dimengerti
Contoh: Let me know when (= the time by which) you will live. Beritahulah saya kapan anda akan pergi
The sebagai relative adverb. Kata the merupakan relative adverb of quantity (kata keterangan penghubung kuantitas) dan selalu diikuti oleh antecedent the yang merupakan demonstrative adverb of quantity (kata keterangan penunjuk kuantitas).
The more (wealth) we have, the more we desire. Lebih banyak (kekayaan) yang kita miliki, lebih banyak yang kita inginkan
Degrees of Comparison in Adverb
Beberapa kata keterangan mempunyai tingkat perbandinghan seperti kata sifat dan ini dibentuk dengan cara yang sama.
a) Kalau adverb merupakan sebuah kata yang bersuku kata satu, komparatif dibentuk dengan menambahkan er dan superlatif dengan menambahkan est.
Positif
Komparatif
Superlatif
Late (terlambat) Late (terlambat)
Long (lama)
near(dekat)
soon (segera, dgn cepat)
Later (kemudian) Later (kemudian)
longer (lebih lama)
nearer (lebih dekat)
sooner(lebih cepat)
Later (kemudian) Latest (terakhir)
Longest (terlama)
nearest(terdekat)
soonest( paling cepat)
b) Beberapa adverb membentuk tingkat perbandingan secara tidak teratur.
Positif
Komparatif
Superlatif
Well (dengan baik) ill (jelek)
badly (jelek)
forth (selanjutnya)
far (jauh)
much (jauh)
little (sedikit)
Better (lebih baik) Worse (lebih jelek)
Worse (lebih jelek)
Further (lebih lanjut)
Farther (lebih jauh)
More (lebih jauh)
Less (kurang)
Best (paling baik) Worst (paling jelek)
Worst (paling jelek)
Furthest (paling jauh)
Farthest (paling jauh)
Most (paling jauh)
Least (paling sedikit)
c) Adverb yang berakhiran ly, komparatif dibentuk dengan menambahkan more dan superlatif dengan menambahkan most :
Positif
Komparatif
Superlatif
Busily (sibuk) Slowly (pelan-pelan)
More busily (lebih sibuk) More slowly (lebih pelan)
Most busily (paling sibuk) Most slowly (paling pelan)
Catatan :
Namun adverb early, dengan mengganti y menjadi i, lalu ditambah er untuk membentuk komparatif dan menambahkan est untuk superlatif.
Bentuk adverb
a) Beberapa adverb mempunyai bentuk yang sama seperti adjective.
Adjective
Adverb
Early (pagi-pagi) Long (panjang)
Loud (yang keras suara)
Hard (keras, sukar, susah)
Late (yang terlambat)
Only (satu-satunya, tunggal)
Fast (cepat)
Enough (yang cukup)
Far (yang jauh)
Near (dekat)
Much (banyak)
High (tinggi)
Low (rendah)
Good (baik)
Early (pagi-pagi) Long (lama)
Loud (demgam keras [suara])
Hard (keras, sukar, susah)
Late (dengan terlambat)
Only (hanya)
Fast (dengan cepat)
Enough (dengan cukup)
Far (jauh)
Near (dekat)
Much (sangat, jauh)
High (tinggi)
Low (rendah)
Well (dengan baik)
Akan tetapi hard, late, near, high dan low, jika ditambahkan ly, kata-kata itu tidak lagi memiliki makna yang sama :
  • hardly = hampir tidak
  • lately = akhir-akhir ini
  • nearly = hampir
  • highly = sangat
lowly = dengan merendahkan diri
b) Adverbs dalam bentuk “ly”
Kebanyakan adverb dibentuk dari kata sifat dengan menambahkan ly (tetapi tidak selalu demikian):
Adjective
Adverb
Happy (senang, bahagia) Wise (bijaksana)
Tender (lunak, lembut)
Clever (pandai, cakap)
Free (bebas)
Hopeful (penuh harapan)
Hopeless (tidak ada harapan)
Happily (dgn senang, bahagia) Wisely (dgn bijaksana)
Tenderly (dgn lunak, lembut)
Cleverly (dgn pandai, cakap)
Freely (dgn bebas)
Hopefully (dgn penuh harapan)
Hopelessly (dgn tiada harapan)
Dua cara pemakaian adverb
Seperti dalam hal kata sifat, ada dua cara yang berbeda dalam pemakaian adverb, yaitu atributif dan predikatif.
a) Attributive use (pemakaian atributif)
Adverb dipakai secara atributif, bilamana adverb menerangkan katanya secara biasa, yaitu bilamana adverb diletakkan sedekat mungkin di depannya atau di belakangnya.
Contoh:
  • He shouted loudly. Ia berteriak dengan keras
  • He is quite right. Ia sungguh benar
  • She did her work very well. Ia mengerjakan pekerjaannya dengan baik sekali
b) Predicative use (pemakaian predikatif)
Adverb dipakai secara predikatif, bilamana adverb dijadikan bagian dari predikat sebuah kalimat, atau jelasnya, bilamana ia dipakai sebagai komplemen dari kata kerja yang mendahuluinya.
Contoh:
  • The struggle is over. Perjuangan telah selesai
  • She will be better soon. Ia akan segera lebih baik keadaan kesehatannya
  • The two girls are much alike. Kedua gadis itu serupa betul
Adverb (kata keterangan) memberikan gambaran pada kita bagaimana seseorang melakukan suatu tindakan atau bagaimana suatu hal terjadi, contohnya:
  • Sam drives carefully along road.
  • She speaks English perfectly.
6. Preposition (Kata Depan)

Pengertian Preposition

Preposition (Kata Depan) adalah kata yang tidak dapat berubah bentuknya dan biasanya di letakkan di depan kata benda atau padanan kata benda lainnya (objek) yang bertujuan untuk menunjukkan hubungannya tertentu dengan kata-kata lain dalam kalimat.
Di bawah ini adalah contoh Kata Depan (Preposition)
above, about, across, against, along, among, around, at, before, behind, below, beneath, beside, between, beyond, by, down, during, except, for, from, in, inside, into, like, near, of, off, on, since, to, toward, through, under, until, up, upon, with, within.
Contoh:
  • It is a container for butter.
    (Preposition “for” menunjukkan hubungan antara “butter” dan “container”.)
  • The eagle soared above the clouds.





BENTUK PREPOSITION
Bentuk-bentuk Kata Depan adalah sebagai berikut:
1. Simple Preposition (Kata Depan Tunggal)
  • after, at, by, for, from, of, over, on, in, through, to, off, till, under, up, with, dsb
2. Double Preposition (Kata Depan Ganda)
  • into, onto, from under, from among, from off, from within, over against, dsb
3. Compund Preposition (Kata Depan Majemuk)
  • across (on cross), along (on long), behind (by hind), about (on by out), above (on by up), before (by fore), beneath (by neath), beside (by side), between (by twain), beyond (by yonder), but (by out except), within (with in), without (with out), dsb
4. Participal Preposition (Kata Depan Partisif)
  • pending, during, notwithstanding, past, except, considering, concerning, regarding, dsb

5. Prepositional Phrase (Frase Kata Depan)
  • because of, by means of, in behalf of, in front of, in view of, by reason of, with respect to, with regard to, aith relation to, on behalf of, in spite of, dsb.
6. Disguised Preposition (Kata Depan Tersembunyi)
  • three o’clock (three of clock)
  • Jack o’lantern (Jack of the lantern)
  • He has gone a-hunting (on hunting)

PREPOSITION DI AKHIR KALIMAT
Hindari meletakkan sebuah kata depan di akhir kalimat.Karena kata depan sebaiknya di depan kata benda
Contoh:
  • That is a situation I have not thought of. (SALAH)
  • She is a person I cannot cope with. (SALAH)
  • It is behaviour I will not put up with. (SALAH)
Kalau Anda terbentur pada posisi kata depan yang menurut Anda harus diletakkan di akhir kalimat, maka pindahkan posisinya pada tempat yang tepat dan tidak merubah makna kalimat yang ingin Anda sampaikan.
Contoh:
  • That is a situation of which I have not thought.
  • She is a person with whom I cannot cope.
  • It is behaviour up with which I will not put.
Namun cara yang terbaik adalah dengan mengganti kata agar tidak membingungkan pembaca. Tapi perlu diingat, penggantian kata tersebut tidak merubah makna dan memiliki arti yang sama dengan kata yang ingin kita gantikan. Perhatikan contoh berikut ini untuk menggantikan contoh kalimat di atas.
Contoh:
  • That is a situation I have not considered.
  • It is behaviour I will not tolerate.
Kesimpulannya, jika Anda tidak dapat menemukan kata pengganti yang cocok untuk menggantikan kata depan yang berada di akhir kalimat, maka Anda dapat memilihnya yaitu tetap meletakkan kata depan tersebut di akhir kalimat, atau merubah susunan kata depan tersebut. Kalimat pertama di bawah ini secara teknis tidak tepat karena kata depan berada di akhir kalimat. Namun kalimat yang kedua kedengarannya agak aneh dan dapat membingungkan pembaca.
  • She is a person I cannot cope with.
  • She is a person with whom I cannot cope.
Kebanyakan orang yang memahami masalah ini, mereka menggunakan kalimat yang kedua. Tapi memang lebih baik jika kita dapat menggantikan kata tersebut dengan kata yang lain yang memiliki arti yang sama dan tidak akan merubah makna kalimat tersebut, lebih baik menggantinya dengan kata lain yang lebih tepat agar lebih mudah dipahami pembaca.
APA YANG MENGIKUTI KATA DEPAN?
Kata setelah kata depan disebut sebagai “Object of the Preposition“.
Contoh:
  • The cat ran under the car.
    (Kata “the car” adalah objek dari “under”.)
  • Can you give this parcel to him tomorrow?
    (Kata “him” adalah objek dari “to”.)
Kata Depan dapat juga berada di depan kata ganti (Pronouns) selain kata benda.
Contoh:
  • Can you give the parcel to him?
  • I went to the cinema with them.
Namun kata “whom” merupakan objective case dari “who”, dan hal ini dapat membingungkan pembaca.
Contoh:
  • Andy saw the scouts, at least one of whom was armed, through the mist.
  • Against whom did you protest if there was nobody present?


WHOM SETELAH KATA DEPAN .Gunakan “whom” setelah kata depan
WHETHER SETELAH KATA DEPAN“whether” dapat diletakkan setelah kata depan:
  • A decision about whether the elections were legal is pending.
  • Will you raise the question of whether we are investing in the system or withdrawing?
Kita menggunakan preposition sebelum noun (kata benda). Untuk informasi selengkapnya mengenai fungsi dan contoh preposition silahkan lihat tabel di bawah ini.
Prepositions
Fungsi Preposition




At
Untuk menunjukkan suatu waktu dalam hari
Contoh:
at 14.30           at midnight            at dinner time, etc.

Untuk menunjukkan posisi
Contoh:
at the window     at the door, etc.




On
Untuk menunjukkan suatu hari dan tanggal
Contoh:
on Sunday      on 21st March 2012       on my birthday, etc.

Untuk menunjukkan posisi
Contoh:
on the floor       on the table        on page, etc.



In
Untuk menunjukkan periode waktu yg lama
Contoh:
in summer    in the 1990s       in the past, etc.

Untuk menunjukkan posisi
Examples:
In the bedroom     in the beach    in a box, etc.
Contoh Preposition yang digunakan untuk menunjukkan posisi adalah:
Beside, in front of, behind, under, etc

7. Conjunction
CONJUNCTIONS (KATA SAMBUNG)
Conjunction ialah kata sambung yang dipakai untuk menghubungkan/menggabungkan kata-kata,frase atau klausa dalam sebuah kalimat. Dan kebanyakan dari conjunction ini berasal dari parts of speech yang lain,khususnya dari preposition.
Eg. Rama and Shinta came yesterday
I have breakfast before I go to school
Here : rama disambungkan dengan shinta oleh kata and dan kalimat Igo to school disambungkan dengan kalimat I have breakfast oleh kata before. Jadi and dan before adalah kata sambung (penghubung).
TYPES OF CONJUNCTION (JENIS-JENIS KATA SAMBUNG)
1. Coordinating conjunction ialah kata sambung yang digunakan untuk menggabungkan unsure-unsur dalam kalimat yang mempunyai tingkat yang setara
Berdasarkan pengertian diatas coordinating conjunction dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam
a. Comulative conjunction adalah kelompok kata penghubung yang berfungsi mempunyai arti mengumpulkan/menambah and (dan)both…and…(keduanya dari…dan…) and also (dan juga), as well as (dan/juga/maupun), not only…but also (tidak hanya…tapi juga…) again (lagi/lagipula), furthermore (lebih-lebih), likewise (seperti itu pula), besides (disamping itu), moreover (lebih-lebih lagi), in addition (tambahan lagi)
- Ita, as well as Anis, invites me to come soon
- Ita is beautiful and diligent
- Not only ita is beautiful but she is also diligent
b. Alternative conjunction yaitu kelompok kata penghubung yang mengandung pengertian alternative atau pilihan antara dua atau lebih.
Or (atau), either…or…(…atau), or else…(atau juga…), otherwise…(kalau tidak…), neither…nor…(bukan…ataupun…)
- Either that boy sinned or his parents
- Neither ita not Anis is a teacher
- You must take rest otherwise you will lose your health
Catatan :
Neither…not…selalu diikuti tobeatau kata kerja positif.walaupun demikian pengertian dari pola ini selalu negative.
c. Adversative conjunction yaitu kelompok kata penghubung yang mengandung arti pertentangan antara satu bagian denagn bagian yg lain.
But,however (tetapi), though,although, eventhough (meskipun), inspite of, despite (meskipun), regardless (tanpa memedulikan) yet (meskipun begitu), nevertheless (namun), while (sedangkan,walaupun), still (namun), whereas (padahal,sedangkan)
- He is clever man nevertheless he often makes mistakes
- Wise men love truth, whereas fools shun it
Catatan :
Although dan inspite of mempunyai arti sama tapi penggunaannya berbeda. Although diikuti kalimat lengkap sedangkan inspite of tidak.
He went out although it was raining
He went out inspite of the rain
d. Illative conjunction yaitu kelompok kata penghubung yang menunjukkan pengertian sebab akibat dari suatu peristiwa atau perbuatan yang lain. Atau menunjukkan kesimpulan therefore (oleh karena itu), thus (jadi), consequently (karenanya), because of (sebab itu), as a result (sehingga),accordingly (maka,jadi), hence (karenanya,sebab itu), so (jadi), for this reason (untuk itu), regardless of (bagaimanapun), so then (maka), for (karena).
- She is very busy accordingly,she can’t see you
- Father is ill,therefore,he can’t come today
- It is time to go, so then let us start
e. Conjunction yang menunjukkan hubungan sebab akibat dengan tekanan pada sebab
Because, because of, since, as, for (sebab)
- It is hard to speak English because we never practice it
- Because of you, I can speak English
Catatan :
“since”diletakkan di awal kalimat sedangkan “for”ditengah kalimat
- Since it was raining heavily, he just stayed at home
- He just stayed at home for it was raining heavily
“Because” selalu diikuti kalimat lengkap, sedangkan “because of” selalu diikuti noun
- Ita can not sleep well because it is very hot
- Ita can not sleep well because of the heat
f. Conjunction yang menunjukkan hubungan sebab akibat dengan tekanan akibat
So that (sehingga), in order to (agar supaya/untuk)
- You must buy a dictionary so that you can look up word by word
g. Conjunction yang menunjukkan waktu
As, when, while, before, after, until
- She had gone when ita visited her
- I had waited for you until your mother came
h. Conjunction yang menggabungkan dua kalimat tanpa melebur menjadi Satu
However, nevertheless (walaupun begitu, walaupun demikian), on the other hand, in contrast, inspite of this (sebaliknya) besides, moreover, semilliary (disamping itu,selain itu,dengan itu)
- Ita is very tired,therefore she can’t sleep well
- Anis was tired, however, she went on working for her family
2. Subordinate conjunction ialah kata sambung yang digunakan untuk menggabungkan anak kalimat (subordinate clause) dengan induk kalimat (main clause) dalam kalimat majemuk bertingkat (complex sentence). Kebanyakan dari subordinate conjunction ini berasal dari preposition,anak kalimat diawali subordinating conjunction,tidak dapat berdiri sendiri,artinya bergantung pada pokok kalimat atau induk kalimat. Sedangkan pokok kalimat dapat berdiri sendiri,artinya tidak tergantung dengan clause (sekumpulan kata yang mengandung subject dan predikat)yang lain.
Cara ketergantungan (modes of dependence) berjumlah Sembilan,yaitu :
a. Keterangan tambahan (opposition) yang hanya dalam pengertian pengantar/perkenalan
Principle clause dependent clause
He made a promise that he would return soon
b. Sebab atau alasan
Principle clause dependent clause
We can do nothing as he refuses
He couldn’t go because he was ill
He will succed since he has studied hard
c. Akibat atau pengaruh
Principle clause dependent clause
He ran so fast that he made himself tired
d. Maksud atau tujuan
Principle clause dependent clause
He shouted at the top of in order that he might be heard his voice
We eat so that we may live
He worked hard lets he should fail
e. Syarat
Principle clause dependent clause
I will go out tomorrow if it is fine
I will come unless I hear to the contrary
I will come provided that I am well enough
I will come provided Iam well enough
He talk as if he were drunk
We must do as we are told whether we wish it or no
f. Pernyataan mengalah (concession) atau contras
Principle clause dependent clause
He worked hard even though he was tire
He is an honest man though/although he is poor
He will never succed however much he may try
He is still asleep notwithstanding that he has already slept for eight hours
Catatan :
• Concessive : terutama tentang kata sambung yang menyatakan mengalah misalnya though,although,even though dan sebagainya. Though atau although boleh juga diletakkan di posisi awal anak kalimat dan dipisahkan dengan kalimat utama menggunakan tanda koma (,).
Although he was tired, he worked hard
Dependent principal
Though/although
He was tired he worked hard
Namun lebih umum
Principal dependent
He work hard even though he was tired
He was tired but he worked hard
• Konjungsi however bila dipakai sebagai kata smbung sederajat (codinative conjunction), berdiri sendiri,dan lazimnya diletakkan pada suatu tempat di tengah kalimatnya. Akan tetapi bila ia (however) merupakan subordinative (kata sambung yang menghubungkan kalimat pokok dengan anak kalimat), ia harus diletakkan dimuka adverb atau adjective tertentu dan selalu ditempatkan pada awal kalimat.
Dependent principal
However hard you may work you will never be able to succed
• Bila as dipakai dalam pengertian konsesif(concessive) atau kontras, ia selalu didahului oleh adjective, adverb, atau participle, yang berfungsi sebagai komplemen untuk kata kerja yang mengikuti :
Dependent principal
Hot as the sun is we must go out
g. Perbandingan
• Berbandingan yang tingkatnya sama
Sifat yang sama dibandingkan :
o she is as tall as I (am) = Ia setinggi saya
o he is as clever as you = Ia sepandai anda
sifat yang berbeda dibandingkan :
o she is a good as she is wise
sifat baiknya sama dengan sifat bijaksananya
• Yang tingkatannya tidak sama
Sifat yang sama dibandingkan
o He is more clever than I (am)
Sifat yang berbeda dibandingkan
o The sea is deeper than the mountains are high
h. Taraf atau cara
Principal dependent
The business will prosper according as it is judiciously managed
- The train hasn’t arrived yet as far as I know
i. Waktu
Principal dependent
She call on her neighbor as the clock struck six
I will go as soon as the comes
You can sit down while I stand
I will help you as long as I live
He studied very hard before he succeded
Wait here until I return
You must study hard are you can gain your end
I will go after he leaves
She has been much stronger since she recovered from her


Conjunction digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat.

Macam-macam dan contoh Conjunction

For
And
Nor
But
Or
Yet
So

  • Both … and ….
Contoh:
Both my mother and my sister are here.

Pada penggunaan "both ... and" selalu diikuti dengan bentuk jamak atau Plural, pada contoh diatas menggunakan to be “are”, terhitung jamak karena terdapat "my mother dan my sister" = 2 orang.

  • Not only … but also…
Contoh:
Not only my mother but also my sister is here.
Not only sister but also parents are here.

  • Either … or …
Contoh:
Either my sister or my parents are here.

  • Neither … nor...
Contoh:
Neither my mother nor my sister is here.

Ketika dua subject dihubungkan dengan not only ... but also, either ... or, neither ... nor, subject terdekat dengan kata kerja-nya lah yang menentukan apakah menggunakan bentuk tunggal (singular) atau jamak (plural). Pada contoh diatas, setelah kata My Sisterharus diikuti to be "is" karena My Sister adalah kata ganti orang tunggal, begitu juga dengan kata My Parents harus diikuti dengan to be "are", karena My Parents adalah bentuk jamak.

  • Because
  • After / beforeetc.









8. Determiner

Determiner digunakan sebelum kata benda (nouns).

Contoh dan Fungsi Determiner
  • a / an / the
Kita menggunakan "a/an" untuk menggambarkan seperti apa seseorang atau sesuatu tersebut, contohnya:
Are you a good student?                   A dolphin is an animal.

Kita menggunakan "the" ketika kita mengungkapkan sesuatu yang spesifik. bandingkan penggunaan a/an dan the:
Have you got a car?                           I cleaned the car yesterday.

  • some / any
Kita menggunakan some pada kalimat positif dan any digunakan pada kalimat negatif.

  • much / many
Contohnya:
much money(much diikuti dengan uncountable noun)
many books(many diikuti dengan countable noun)
·         a lot / plenty (banyak)
Contohnya: a lot of friends             plenty of ideas

  • little / few
Contohnya:
little sugar. (little diikuti dengan uncountable noun)
few friends. (few diikuti dengan countable noun)
little / few
Contohnya:a little money. (a little diikuti dengan uncountable noun)
a few friends. (a few diikuti dengan countable ral.
9.English Exclamation

Exclamation atau seruan adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapakan perasaan atau sikap si pembicara perasaan yang diungkapkan adalah kekaguman, keterkejutan keheranan, atau rasa tidak suka. Di dalam bahasa inggris exclamation biasanya diungkapkan dengan how atau what, sementara didalam bahasa indonesia di ungkapakan dengan kata betapa.
Dibawah ini merupakan penjelasan bagaimana kita menggunakan how atau what sebagai exclamation atau seruan .

A. How biasanya dikombinasaikan dengan :
1.kata sifat -> how+ kata sifat
contoh: rendang! how delicious!
2. Kata sifat +subject+kata kerja-> how+kata sifat+subject+verb
contoh: How crazy yuo are!, How funny Tukul is!
3. Kata keterangan(adverb)+subject+verb -> how+adverb+subject+verb
contoh: How carefully you wash the cat!


B. What biasanya dikombinasikan dengan:
1. Noun (kata benda)
->what+noun
contoh: what a day!
2. Noun phrase(frasa kata benda)
-> what+noun phrase
Contoh: Olga Saputra!What a funny man!

3. Noun phrase+subject+verb
-> what+noun phrase+subject+verb
Contoh: what a funny man Olga Saputra was!

Catatan: Kalau kata benda atau noun-nya countable dan singular maka harus ada artikel a/an sebelumnya.
GERUND
Gerund adalah suatu kata yang dibentuk dari verb (kata kerja) dengan ditambahkan suffix (akhiran ) -ing dan berfungsi sebagai noun (kata benda).
  • Gerund merupakan verbal, yaitu suatu kata yang dibentuk dari kata kerja, namun berfungsi sebagai part of speech lain. Verbal yang lain yaitu infinitive dan participle. Seperti verbal lainnya, kata ini lebih umum untuk menamai action (aksi) atau state of being (keadaan).
  • Karena gerund berfungsi sebagai kata benda, maka harus ada verb lain dalam suatu kalimat.
  • Verbal ini dapat dipadukan dengan modifier dengan atau tanpa tambahan noun(s), pronoun(s), atau noun phrase membentuk gerund phrase.
Contoh Gerund:
Swimming,playing,running,traveling.

Posisi dan Contoh Gerund

Beberapa posisi dan contoh gerund dalam kalimat adalah sebagai berikut.
Posisi
Contoh Gerund (phrase) dalam Kalimat
Keterangan
Binging is a phase frequently done by a bulimic.
binging dan running merupakan subject of sentence
Running may be hard for some people.
I hate waiting.
waiting merupakan direct object dari verb hate
I hope they enjoy my writing.
writing merupakan direct object dari verb enjoy dengan my  (possessive personal pronoun) sebagai modifier
My bestfriend’s favorite activity is shopping.
shopping merupakan subject complement dari verb is
They disscussed an article about telling the truth.
telling the truth dan removing some substatial data masing-masing merupakan object dari preposition about dan for
The manager scolded the worker for removing some substantial data.
His hobby, sailing, takes a lot of time.
sailing dan shopping merupakan appositives
My bestfriend’s favorite activity, shopping, has made her spend much money.

Verb yang Diikuti Gerund

Verb yang diikuti oleh gerund dapat berupa verb tanpa tambahan agent atau dengan tambahan agent. Detail dan contoh gerund dan verb tersebut dalam kalimatnya adalah sebagai berikut.
Kondisi
Contoh Verb
Contoh Gerund dalam Kalimat
Tanpa tambahan agent
acknowledge, admit, advise, anticipate, appreaciate,
avoid, begin, celebrate, consider, continue,
deny, discuss, dislike, endure, enjoy, finish,
forget, give up, hate, help, practice, prefer,
recommend, regret, remember, start, stop, teach, understand
I hate working with him.
The student has finished studying.
Perlu tambahan agent
hear, watch, see
We heard him singing the song.
(him= agent)
I saw the man walking on the street.
(the man= agent)





Beberapa expression juga dapat diikuti oleh verbal ini, yaitu: worthrather than, dan instead of.
Expression
Contoh Gerund dalam Kalimat
Worth
It is worth reading the book.
Rather than
I prefer to sleep rather than going to the party.
Instead of
Instead of paying the baggage fees, she will only carry a small backpack.

Kapan Harus Menghindari Gerund?

Gerund perlu dihindari penggunaannya ketika ada noun relevan berdasarkan kata kerja yang sama.

Contoh:

  • Your designs need some improving. —> Your designs need some improvement.
  • The activating may take up to five minutes. —> The activation may take up to five minutes.

Gerund Phrase

  • Gerund phrase adalah frasa yang terdiri dari gerund dan modifier dan/atau noun(s), pronoun(s), atau noun phrase. Pelajari bagian pendahuluan: Pengertian dan Contoh Gerund.
  • Noun (phrase) dan  pronoun yang digunakan, dapat berfungsi sebagai subject (of a verb), object atau subject complement dari action (aksi) atau state (keadaan) yang dinyatakan oleh verbal tersebut.
  • Gerund phrase tidak membutuhkan punctuation (tanda baca).

Contoh Gerund Phrase

Beberapa contoh gerund phrase dengan berbagai posisinya dalam kalimat dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Posisi
Contoh Gerund Phrase
Keterangan
Getting the best score in math would not be hard for you.
(Mendapatkan nilai terbaik matematika tidak akan sulit untukmu.)
the best score in math= noun phrase
dimana
the best score= direct object dari action yang dinyatakan oleh gerund
in math=
prepositional phrase yang berfungsi sebagai adverb
I hope that he stops his singing.
(Saya harap dia menghentikan nyanyiannya.)
his= possessive personal pronoun yang berfungsi sebagai modifier
My plan at this night is teaching her some healthy tips.
(Rencana saya malam ini adalah mengajarkannya beberapa tips sehat.)
her= indirect object dari action
some healthy tipsdirect object dari action yang dinyatakan oleh gerund
You should feel ashamed for giving bribes to win the election.
(Kamu seharusnya merasa malu memberikan suap untuk memenangkan pemilihan tsb.)
giving bribes to win the election= object dari preposition for
sedangkan
bribes to win the election= noun phrase
dimana
bribesdirect object dari action yang dinyatakan oleh gerund (give)
to win the election=
infinitive phrase yang berfungsi sebagai adverb
  • )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Infinitive

Pengertian Infinitive

  • Infinitive adalah suatu verbal yang terdiri dari to dan bentuk simple dari verb (bare infinitive) dimana dapat berfungsi sebagai noun, adjective, atau adverb.
  • Verbal merupakan suatu kata yang dibentuk dari kata kerja, namun berfungsi sebagai part of speech lain. Verbal yang lain yaitu gerund dan participle. Seperti verbal lainnya, kata ini lebih umum untuk menamai action (aksi) atau state (keadaan).
  • Infinitive dapat disertai oleh object (noun, pronoun), modifier, atau object dan modifier (noun phrase) sehingga menjadi infinitive phrase.
Contoh Infinitive (to+verb):
infinitive

Posisi dan Contoh Infinitive dalam Kalimat

Beberapa posisi dan contoh infinitive dalam kalimat adalah sebagai berikut.
Fungsi
Contoh Infinitive dalam Kalimat
Keterangan
To travel in this season is a bad idea.
Berfungsi sebagai noun karena merupakan subject kalimat
To survive in the big city is my hope.
I want to come tomorrow.
to come dan to write berfungsi sebagai noun karena merupakan direct object dari verb want dan learned
The children learned to write letters.
His dream is to win the tender.
Berfungsi sebagai noun karena digunakan sebagai subject complement
His dream, to win the tender, has made him work harder.
Berfungsi sebagai noun karena digunakan sebagai appositive
The best time to talk with him is at night
to talk dan to ask berfungsi sebagai adjective karena memodifikasi noun time dan way.
It is the wrong way to ask a question.
To watch the movie, you must buy a ticket.
Berfungsi sebagai adverb karena menjelaskan why you must buy a ticket (mengapa kamu harus membeli tiket)
You need US$50 to buy it.
Berfungsi sebagai adverb karena menjelaskan why you need US$50 (mengapa kamu butuh US$50)

Catatan:

1Adjectival infinitive digunakan untuk menjelaskan noun dimana posisinya selalu mengikuti noun yang dijelaskannya.
2Adverbial infinitive digunakan untuk menjelaskan verb, dimana dapat berada di awal atau akhirat kalimat serta tidak harus berada dekat dengan verb yang dijelaskannya.

Verb yang Diikuti Infinitive

Kondisi
Contoh Verb
Contoh Infinitive dalam Kalimat
Tanpa tambahan agent
afford, agree, appear, begin, consent, continue, decide, demand, deserve, fail, forget, hate, plan, prefer, pretend, promise, refuse, remember, seem, start, stop
They begin to love each other.
(Mereka mulai mencintai satu sama lain.)
Perlu tambahan agent
advise, allow, challenge, command, encourage, enable, feel, forbid, force, get, persuade, watch, remind, see, teach, tell
The teacher advised him to study harder.
(Guru tersebut menasehatinya untuk belajar lebih keras.)
Dapat ditambahan agent (optional)
ask, beg, choose, dare, expect, want, wish
He asked me to call you.
(Dia meminta saya untuk menghubungimu.)
Tanpa “to”
feel, have, hear, help, watch, see
She helped me solve the problem.
(Dia menolongku mengatasi masalah tersebut.)



Adjective Clause

Pengertian Adjective Clause

Adjective Clause adalah Dependent Clause yang memodifikasi atau merubah kata benda. Tepatnya menggambarkan, memperkenalkan, atau memberikan informasi lebih lanjut tentang suatu kata benda (noun). Dan beberapa istilah yang perlu diketahui maknanya adalah:

Clause adalah kelompok dari kata-kata yang mengandung subject dan kata kerja.

Independent Clause adalah kalimat lengkap. Independent clause mengandung subject utama dan kata kerja dari suatu kalimat. Independent clause juga disebut sebagai main clause (induk kalimat).

Dependent Clause adalah kalimat yang tidak lengkap dan tidak dapat berdiri sendiri. Dependent clause (anak kalimat) harus dihubungkan dengan Independent clause (induk kalimat).

Contoh Adjective Clause

Contoh Adjective clause pada Complex sentence (kalimat kompleks):

The movie that we saw last night wasn’t very good

Keterangan:
the movie: Noun (kata benda).
that: Relative Pronoun.
that we saw: Adjective Clause yang menjelaskan the movie.

Contoh Adjective clause dengan Relative Pronoun bisa dilihat pada tabel berikut:

Relative Pronoun
Contoh Kalimat
Keterangan
Who
I thanked the woman who helped me.

(Artinya: Saya berterima kasih kepada wanita yang menolong saya)
Adjective Clause: who helped me (menerangkan kata benda “woman”)
Whom
The man whom I saw was Mr. Erick.

(Artinya: Pria yang saya lihat adalah tuan Erick)
Adjective Clause: whom I saw (menerangkan kata benda “The man”)
Whose
I know the man whose bicycle was stolen.

(Artinya: Saya kenal dengan pria yang sepedanya dicuri)
Adjective Clause: whose bicycle was stolen (menerangkan kata benda “The man” yang berfungsi sebagai Subject)
Which
The cats which eat fish are very cute.

(Artinya: Kucing-kucing yang memakan ikan itu sangat lucu)
Adjective Clause: which eat fish are very cute (menerangkan kata benda “The cats” yang berfungsi sebagai Subject)
Where
The building where he lives is very old.

(Artinya: Bangunan dimana dia tinggal sangatlah tua)
Adjective Clause: where he lives is very old (menerangkan kata benda “The building”)
When
I’ll never forget the day when I met you.

(Artinya: Saya tidak akan pernah melupakan hari ketika saya bertemu dengan kamu)
Adjective Clause: when I met you (menerangkan kata benda “The day” yang berfungsi sebagai object)
That
This is the house that I have showed to my mother.

(Artinya: Ini adalah rumah yang telah saya tunjukkan kepada ibu saya.)
Adjective Clause: that I have showed to my mother (menerangkan kata benda “The house”)






Contoh Adjective clauses dengan subordinate conjunctions: “where” dan “when”

Adjective Clause dengan menggunakan “where”
The building is very old
He lives in that building (there)

1. The building where he lives is very old.
2. The building in which he lives is very old.
3. The building which he lives in is very old.

(Artinya: Bangunan dimana dia tinggal sangat tua)
Where digunakan pada adjective clause untuk merubah tempat (negara, kota, ruangan, rumah, dll).

Jika Where digunakan, preposition tidak digunakan dalam adjective clause (contoh 1). Tetapi jika where tidak digunakan, Relative Pronoun dan preposition harus digunakan (contoh 2 & 3).

Adjective Clause dengan menggunakan “when”
I’ll never forget the day
I met you (on that day)

I’ll never forget the day when I met you.
I’ll never forget the day that I met you.

(Artinya: Saya tidak akan pernah melupakan hari ketika saya bertemu dengan kamu)
When digunakan pada adjective clause untuk merubah kata benda dari waktu (tahun, hari, waktu, dll).

 

 

 

 

 



Noun Clause

Pengertian Noun Clause

Nouns clause adalah klausa yang berfungsi sebagai nomina. Atau dengan kata lain noun clause juga digunakan atau memiliki fungsi yang sama sebagai noun (kata benda). Karena fungsinya sebagai nomina, maka noun clause dapat berfungsi sebagai: subject kalimat (subject of a sentence), object verba transitif (object of a transitive verb), object preposisi (object of a preposition), pelengkap (complement), dan pemberi keterangan tambahan (noun in apposition). Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan contoh-contoh di bawah ini.

Fungsi dan Contoh Noun Clause

1.    Noun clause sebagai subject kalimat (subject of a sentence)
Contoh kalimat:

What you said doesn’t convince me at all.
(Apa yang kamu katakan tidak meyakinkan aku sama sekali)

How he becomes so rich makes people curious.
(Bagaimana dia menjadi begitu kaya membuat orang-orang menjadi penasaran)

What the salesman has said is untrue.
(Apa yang sudah dikatakan oleh pedagang itu tidak benar)

That the world is round is a fact.
(Bahwa bumi itu bulat adalah suatu kenyataan)

2.    Noun clause sebagai object verba transitif (object of a transitive verb)
Contoh kalimat:

I know what you mean.
(Saya tahu apa yang kamu maksud)

I don’t understand what he is talking about.
(Saya tidak mengerti apa yang sedang dia bicarakan)

Please tell me what happened.
(Tolong katakana pada saya apa yang terjadi)

He said that his son would study in Australia.
(Dia mengatakan bahwa puteranya akan belajar di Australi)





Verb (kata kerja) yang dapat diikuti oleh noun clause, dalam hal ini diikuti frase “that-clause” antara lain:



Admit: mengakui
Realize: menyadari
Announce: mengumumkan
Recommend: menganjurkan
Believe: percaya
Remember: mengingat
Deny: menyangkal
Reveal: menyatakan, mengungkapkan.
Expect: mengharapkan
Say: mengatakan
See: melihat
Forget: lupa
Stipulate: menetapkan
Hear: mendengar
Suggest: menganjurkan
Inform: memberitahukan
Suppose: mengira
Know: mengetahui, tahu
Think: berpikiri, berpendapat.
Promise: berjanji
Understand: mengerti, memahami
Propose: mengusulkan
Wish: berharap



3.    Noun clause sebagai object preposisi (object of a preposition)
Contoh kalimat:

Please listen to what your teacher is saying.
(Tolong dengarkan apa yang sedang di bicarakan gurumu)

Be careful of what you’re doing.
(Hati-hati dengan apa yang sedang kamu lakukan)

4.    Noun clause sebagai pelengkap (complement)
Contoh kalimat:

The good news is that the culprit has been put into the jail.
(Kabar baiknya adalah pelaku kejahatannya sudah dimasukkan ke penjara)

This is what I want.
(Ini adalah apa yang aku inginkan)

That is what you need.
(Itu adalah apa yang kamu butuhkan)

5.    Noun clause sebagai pemberi keterangan tambahan (noun in apposition)
Contoh kalimat:

The idea that people can live without oxygen is unreasonable.
(Ide/ gagasan bahwa orang dapat hidup tanpa oksigen itu tidak masuk akal)

The fact that Adam always comes late doesn’t surprise me.
(Kenyataan bahwa Adam selalu datang terlambat tidak mengejutkan saya)

CATATAN:
Klausa yang dicetak tebal pada contoh kalimat di atas adalah noun clause yang dimana fungsinya adalah sebagai nomina/ noun (kata benda




Conditional Sentences

Conditional Sentences (Kalimat Pengandaian) adalah suatu bentuk kalimat majemuk yang dapat kita gunakan ketika kita ingin mengatakan bahwa sesuatu tersebut adalah suatu akibat atau konsekuensi yang tergantung pada situasi lainnya. Di dalamnya terdapat klausa pengandaian (IF CLAUSE) dan klausa akibat (RESULT CLAUSE). Pada bentuk conditional sentences kita menggunakan kata "if (jika)".

Bentuk-bentuk dan Contoh Conditional Sentences:
  1. True in the Present or Future. (Benar pada waktu sekarang dan masa akan datang)
  2. Untrue in the Present or Future. (Tidak benar atau berlawanan dengan kenyataan pada waktu sekarang dan masa akan datang)
  3. Untrue in the Past. (Tidak benar atau berlawanan dengan kenyataan pada masa lalu)
True in the Present or Future (Benar pada waktu sekarang dan masa akan datang)

Bentuk conditional sentences ini digunakan untuk mengekspresikan pengandaian dengan harapan yang dikatakan oleh si pembicara mungkin terjadi untuk masa sekarang ataupun akan datang.

Formula:

Bentuk dari “IF CLAUSE”
(klausa pengandaian)
Bentuk dari “RESULT CLAUSE” (klausa akibat)
Contoh Kalimat


Simple Present Tense
If I have enough money, I buy a new car.

If I have enough money tomorrow, I will buy a new car.

Perhatikan Contoh Kalimat berikut!

IF CLAUSE (Simple Present Tense) – RESULT CLAUSE (Simple Present Tense)

If I don’t eat breakfast, I always get hungry during class.

(Artinya: Jika saya tidak sarapan, saya selalu merasa lapar selama pelajaran di kelas)

Pada contoh kalimat di atas, RESULT CLAUSE menggunakan Simple Present Tense, fungsinya untuk mengekspresikan aktivitas yang sudah menjadi kebiasaan atau situasi.
Makna pada kalimat di atas, si pembicara merasa yakin bahwa dia terbiasa merasa lapar jika dia tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

IF CLAUSE (Simple Present Tense) – RESULT CLAUSE (Simple Future Tense)

If I don’t eat breakfast tomorrow, I will get hungry during class.

(Artinya: Jika saya tidak sarapan besok, saya akan merasa lapar selama pelajaran di kelas)

Pada contoh kalimat di atas, RESULT CLAUSE menggunakan Simple Future Tense, fungsinya untuk mengekspresikan bahwa kalimat tersebut menyangkut aktivitas tertentu atau situasi di masa yang akan datang.
Makna pada kalimat di atas, si pembicara mengetahui bahwa dia akan merasa lapar jika besok dia tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

CATATAN:
Baik Simple Present Tense ataupun Simple Future digunakan sebagai RESULT CLAUSE (klausa akibat) adalah untuk mengekspresikan suatu ketetapan atau suatu fakta yang dapat diprediksi.

Contoh lain:
If I’m not busy, I come to your party.
If the weather is nice tomorrow, we will go on a picnic.

Untrue in the Present or Future (Tidak benar atau berlawanan dengan kenyataan pada waktu sekarang dan masa akan datang)

Bentuk conditional sentences ini digunakan apabila kita ingin menghayalkan sesuatu keadaan yang bertentangan dengan kenyataan yang ada saat ini dan masa yang akan datang. Dalam hal ini sikap pembicara agak pesimis karena kemungkinan terjadinya perbuatan tersebut hanya sedikit.

Formula:

Bentuk dari “IF CLAUSE”
(klausa pengandaian)
Bentuk dari “RESULT CLAUSE” (klausa akibat)
Contoh Kalimat


Would + VERB 1
If I had enough money, I would buy a new car.

(in truth,  I do not have enough money, so I will not buy a new  car.)

(Kenyataannya, saya tidak punya cukup uang, jadi saya tidak akan membeli mobil baru.)







Perhatikan Contoh Kalimat berikut!

IF CLAUSE (Simple Past Tense) – RESULT CLAUSE (Would + VERB 1)

If I taught this class, I would not give tests.

(Artinya: Jika saya mengajar kelas ini, saya tidak akan memberikan tes)

Makna pada kalimat di atas: kenyataannya, si pembicara tidak mengajar kelas tersebut.

If Sam were here right now, he would help us.

(Artinya: jika Sam ada disini sekarang, dia akan menolong kita)

Makna pada kalimat di atas: kenyataannya, Sam tidak ada disana sekarang.

If I were you, I would accept this invitation.

(Artinya: Jika saya menjadi kamu, saya akan menerima undangan ini)

Makna pada kalimat di atas: kenyataannya, saya bukan kamu.

CATATAN:
Apabila klausa pengandaian (IF CLAUSE) dinyatakan dengan to be, maka yang digunakan adalah “were” untuk semua jenis subject.

Untrue in the Past (Tidak benar atau berlawanan dengan kenyataan pada masa lalu)

Bentuk conditional sentences ini digunakan apabila kita ingin membayangkan suatu kemungkinan lain dari suatu perbuatan atau peristiwa yang telah terjadi dimasa lampau. Atau dapat dikatakan bahwa bentuk ini dapat digunakan untuk menyatakan suatu keadaan atau peristiwa yang berlawanan dengan kenyataan yang sebenarnya dimasa lampau. Sikap pembicara dalam hal ini sangat menyesal terhadap perbuatan yang telah terjadi.

Formula:

Bentuk dari “IF CLAUSE”
(klaus` pengandaian)
Bentuk dari “RESULT CLAUSE” (klausa akibat)
Contoh Kalimat


Would have + VERB 3
If I had  had enough money, I would have bought a new car yesterday.

(in truth,  I did not have enough money, so I did not buy a new  car yesterday.)

(Kenyataannya, saya tidak punya cukup uang, jadi saya tidak membeli mobil baru kemarin.)














Perhatikan Contoh Kalimat berikut!

IF CLAUSE (Past Perfect Tense) – RESULT CLAUSE ( Woul have + VERB 3)

If they had studied, they would have passed the exam.

(Artinya: jika mereka sudah belajar, mereka akan sudah lulus ujian)

Makna pada kalimat di atas: kenyataannya, mereka tidak belajar sebelumnya, dan mereka gagal atau tidak lulus dalam ujian.

If I had called sarah, she would have come here.

(Artinya: Jika saya sudah menelpon sarah, dia akan sudah datang kesini)

Makna pada kalimat di atas: kenyataannya, saya tidak menelpon sarah sebelumnya, dan sarah tidak datang kesini.






















Daftar pustaka

Azar, Betty Scrampter. 1989. Understanding and Using English Grammar, Second Edition. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc.

Widiati,utami.2009.ENGLISH SMA/MA Grade X.jakarta:Bailmu.


























Comments

Popular Posts